135 Kader Ikuti Pelatihan Keamanan Pangan BBPOM

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Jakarta, – Sebanyak 135 peserta dari 7 kelurahan mengikuti Pelatihan Kader Keamanan Pangan Kelurahan Intervensi Desa Pangan Aman di Kota Administrasi Jakarta Selatan yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM), di Hotel Cosmo Amaroossa Jakarta, Senin (30/5).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan Mukhlisin mengatakan, para kader nantinya akan mendampingi implementasi keamanan pangan kepada komunitas desa/kelurahan dan melakukan pengawasan keamanan pangan di desa/kelurahan.

Bacaan Lainnya

“Kader yang dilatih berasal dari tujuh kelurahan intervensi di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan tahun 2022, meliputi Kelurahan Manggarai, Bangka, Pejaten Timur, Cipedak, Petukangan Utara, Menteng Atas, dan Pancoran,” Ujarnya.

Ratusan kader tadi terdiri atas Kader Keluarga, Kader Sekolah, dan Kader Masyarakat. Ia  menambahkan mereka akan menjadi agen dalam menyampaikan pesan keamanan pangan serta melakukan fasilitasi pendampingan keamanan pangan, kepada komunitas di kelurahannya masing-masing.

“Sekarang banyak orang yang curang, makanan tidak layak masih berani dijual. Banyak itu kejadian. Kami ada temuan satu mall yang masih berani menjual produk kadaluarsa, retail terbesar aja berani. Artinya kewajiban kita semua untuk mengawasi makanan yang akan dikonsumsi oleh kita,” Tegasnya.

Mukhlisin pun menekankan keamanan pangan sangat berdampak pada anak-anak. Efek beruntun akan menimpa anak jika keamanan pangan tidak terjaga.

“Karena memang yang susah nantinya anak-anak. Masa depan mereka ada di kita. Kalau dari makanan gak sehat, pertumbuhan nggak sehat dan nanti belajar nya pun tidak sehat,” Ungkapnya.

Koordinator Kelompok Subtansi Infokom BBPOM Jakarta Yayan Cahyani menuturkan, kegiatan ini merupakan tahapan kedua intervensi program Desa Pangan Aman setelah kegiatan Advokasi Keamanan Pangan Terpadu pada 22 Maret 2022 lalu.

“Sebagai hasil advokasi tersebut, telah terbentuk sinergisme dan komitmen Pemda dan OPD terkait dalam pelaksanaan kegiatan keamanan pangan terpadu, serta integrasi program lintas sektor dengan program Desa Pangan Aman, Pangan Jajanan yang Dikonsumsi Anak Usia Sekolah (PJAS), dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, khususnya di Kota Administrasi Jakarta Selatan,” Imbuhnya.

Pada kegiatan ini diserahkan pula Paket Informasi Keamanan Pangan kepada kelurahan intervensi meliputi Alat Rapid Test Kid, Rompi Kader Keamanan Pangan, dan Modul 5 Kunci Keamanan Pangan untuk Retail Pangan, 5 Kunci Keamanan Pangan untuk Pengolah Pangan Siap Saji, Keracunan, Alergi, dan Intoleransi Pangan serta Serba COVID-19.

“Kegiatan pelatihan ini bertujuan menyiapkan Sumber Daya Manusia yang kompeten dalam melakukan pendampingan implementasi keamanan pangan kepada komunitas desa/kelurahan dan untuk melakukan pengawasan keamanan pangan di desa,” Ujarnya.

Yayan melanjutkan kegiatan  yang berlangsung dua hari ini tidak hanya memberikan pembekalan materi tentang keamanan pangan saja, tetapi menyampaikan pembekalan juga terkait manajemen pelaksanaan kegiatan.

“Serta simulasi penggunaan alat Rapid Test Kit 4 Macam Bahan Berbahaya pada Pangan (Formalin, Boraks, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow) sehingga para kader dapat melakukan pengawasan keamanan pangan secara mandiri,” Tandasnya. [Kominfotik JS]

Pos terkait