21 Tahun dalam Penantian dan Harapan, Terkait Ganti Rugi Lahan PLTA di Silih Nara

Ist

Barometernews.id | Takengon, Ganti rugi lahan yang digunakan oleh PLTA di Kampung Sanehen Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah masih belum terselesaikan dengan baik, keseriusan pihak PT.PLN (Persero) dalam menyelesaikan masalah masih dalam pemberian harapan.

Masyarakat di Kampung Sanehen Kecamatan Silih nara Kabupaten Aceh Tengah masih menunggu dan selalu serius mengharapkan kejelasan dari pihak PT.PLN (Persero). Senin, 22/12/19.

Masyarakat di Kampung Sanehen Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah yang berjumlah 27 orang sudah menunggu pembebasan lahan yang dimiliki nya selama 21 tahun dan lahan tersebut merupakan lahan produktif.

Seharusnya lahan yang dimiliki oleh masyarakat tersebut sudah dilakukan proses ganti rugi pada tahun 1998, yang dilakukan secara kolektif seharusnya dengan lahan yang lain.

Saat ini proses ganti rugi difasilitasi oleh fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Aceh Tengah yang dipimpin oleh Samsuddin S.Ag M.Pd dan juga komisi A DPRK Aceh Tengah namun belum mendapat titik temu disebabkan harga yang ditawarkan oleh pihak PT.PLN (Persero) Jauh dari keberadilan dan azas kemanusiaan.

“Luas lahan yang belum dibebaskan sampai saat ini yaitu kurang lebih sekitar (7) tujuh hektar,” ” ujar Samsuddin

Saat ini yang mengherankan proses kontruksi pembangunan PLTA telah berada diatas lahan yang belum di bebaskan sehingga masyarakat pemilik lahan mendesak untuk diganti rugi.

Selain itu Pihak PT. PLN (persero) UPP KITSUM V tidak pernah komitmen dan serius dalam proses penyelesaian ganti rugi lahan sehingga berlarut-larut.

Sampai berita ini diturunkan belum ada kejelasan dan keseriusan dari Pihak PT. PLN (persero) UPP KITSUM V dalam jadwal proses pembayaran ganti rugi lahan PLTA di Kampung Sanehen Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah. (Red/Kur)

 

 

Pos terkait