Aceh Lampu Merah Covid-19

Istimewa/Ilustrasi

Oleh Dr. Nasrul Zaman, ST., M. Kes
Pengamat Kebijakan Publik

Siangnya dapat kabar baik kalau 3 PDP RSUZA sudah boleh pulang dan dinyatakan negatif covid-19 dan malamnya adalah malam pertama dicabut nya jam malam di Aceh.

Nah, selanjutnya sudah terlihat kerumunan massa di Warkop, apakah kedua hal itu berhubungan erat?

Semoga saja tidak, karena jika warga beranggapan Aceh sudsh mulai bebas covid-19 maka ini sangat berbahaya sekali. Untuk mengatasi hal ini saya pikir pemerintah Aceh harus mengefektifkan razia oleh Satpol PA Aceh dan Satpol PP kabupaten/kota.

Rendahnya jumlah PDP di Aceh bukanlah mengindikasikan kasus covid-19 Aceh telah menurun tapi hanya disebabkan oleh telah bertambahnya RSU rujukan covid-19 menjadi 12 RSU.

Menurut beberapa info yang ada diketahui adalah kecenderungan menurunnya jumlah PDP karena keengganan RSU rujukan di daerah untuk melakukan rawaran PDP akibat APD yang terbatas, ruang isolasi belum standar (karena harus memenuhi aturan yg ditetapkan Kemenkes RI).

Lalu tenaga perawat dan dokter yg terbatas serta belum ada kepastian tambahan pendapatan dari pemerintah serta ditambah lagi kesulitan dari RSU rujukan di daerah untuk mengambil swap dari ODP untuk dikirim ke Jakarta.

Akibatnya beberapa rumah sakit rujukan cenderung memulangkan ODP yang seharusnya PDP karena beberapa hal tersebut di atas.

Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan pendampingan langsung dari tim Covid-19 Aceh untuk terjun langsung ke RSU rujukan di daerah untuk melihat kesiapan dan perkembangan penanganan ODP yang terjaring cukup banyak. Nah dan Mari !

(Ags TvMu)

 

Pos terkait