Baitul Arqam Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban dan Makan Siang Bersama

  • Whatsapp
Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Jantho, – Bertepatan dengan 11 Zulhijjah 1442 H, pimpinan dan seluruh staf Baitul Arqam menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban sebanyak lima ekor sapi dan enam ekor kambing, Rabu (21/07).

Dibantu dengan masyarakat sekitar Tampok Blang Sibreh, prosesi penyembelihan dimulai pukul 08.00 WIB berlokasi di lapangan basket yang berada di seberang kantin Dayah Pesantren Baitul Arqam. Seluruh pimpinan dayah, guru,  dan staf turut terlibat membantu dan hadir dalam perayaan kurban kali ini.

Bacaan Lainnya
Foto Dokumentasi

Beberapa santri dan alumni yang berada di sekitar lokasi pesantren diperbolehkan hadir untuk mengambil daging kurban, sementara untuk santri lainnya, daging kurban akan dimasak dan dihidangkan saat kembali ke dayah tanggal 26 Juli 2021. Kupon kurban didistribusikan untuk masyarakat 10 desa di Kemukiman Lamlheu Kecamatan Suka Makmur, guru, dan staf Baitul Arqam.

Sejak berdirinya Dayah Pesantren Baitul Arqam pada tahun 2012 perayaan dan pemotongan kurban memang dilakukan di hari kedua Iduladha. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini juga diadakan makan bersama shahibul qurban dan dihadiri juga oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh di Baitul Arqam.

Direktur Baitul Arqam, DR. Muharrir Asy’ari mengatakan, tradisi pemotongan hewan kurban di pesantren sejak dulu selalu melibatkan masyarakat setempat. Sementara itu, kurban berasal dari individu dewan guru, staf, serta warga Muhammadiyah Aceh Besar dan Banda Aceh.

“Selain semangat keikhlasan berkurban, semangat kebersamaan juga merupakan spirit utama dalam pelaksaan kurban di Dayah Pesantren Baitul Arqam. Semoga bisa mengalirkan banyak kebahagiaan, apalagi di dalam keadaan pandemi begini,” Kata Muharrir.

Dayah Pesantren Baitul Arqam akan mulai menyambut kedatangan santri pada Senin,  26 Juli 2021, sementara santri baru mulai masuk hari Minggu, 1 Agustus 2021. Dayah Pesantren Baitul Arqam sudah mulai membuka 20 kuota untuk santri yang kurang mampu, tapi punya keinginan belajar di pesantren.

“Seperti tahun sebelumnya juga, setiap tahun ajaran baru, kami membuka kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk memgenyam pendidikan tingkat tsanawiyah dan tingkat aliyah di pesantren ini. Selain pelajaran tahfiz dan bahasa asing, program unggulan kami adalah kelas menulis dan jirnalistik,” Kata Kepala Sekolah Tsanawiyah, Hasballah, SE. [HAS]

Pos terkait