Bamus Nagari Koto Baru Laksanakan Musna Rembug Stunting

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Pasbar, – Badan Permusyawaratan Nagari (Bamus) Nagari Koto Baru bertempat di Aula Serbaguna Lubuk Badak Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Dua, Kabupaten Pasaman Barat Kamis, (20/7) melaksanakan Musyawarah Nagari (Musna) Rembug Stunting Nagari Koto Baru Tahun Anggaran 2023.

Foto Dokumentasi

Acara Musna Rembug stunting tersebut, selain diikuti oleh Bupati Pasbar yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas DPMN Pasbar, juga terlihat hadir Kepala Dinas Kesehatan, Bappeda Pasbar, TA.P3MD, Camat Luhak Nan Dua, Puskesmas Ophir, TKSK PKH, UPT KB, UPT Pendidikan, PD/PLD Luhak Nan Dua, dan Pj. Wali Nagari Koto Baru beserta perangkat, Pj. Wali Nagari Persiapan se Nagari Koto Baru, Ka. Jorong se Nagari Koto Baru, serta Babinkamtibmas, LPMN, KAN, Ketua PKK Nagari Koto Baru, Bumnag, Da’i Nagari, Karang Taruna, Bidan Jorong, Kader Posyandu, Kader BKB, PAUD, Tokoh Masyarakat termasuk Mahasiswa KKN UNP, Gapoktan se Nagari Koto Baru, tak ketinggalan Bundo Kanduang, terlihat berlangsung sukses hingga akhir kegiatan.

Bacaan Lainnya

Musna Rembug Stunting tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Pasaman Barat yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala DPMN Pasbar, Randy Hendrawan.

Bupati Pasbar, melalui Kadis. DPMN, Randi dalam sambutannya mengatakan Pemkab Pasbar terus melakukan berbagai akselerasi pembangunan dalam upaya penyelesaian masalah yang terjadi di masyarakat yang salah satunya adalah masalah stunting.

Dikatakannya, pada tahun 2021 berdasarkan data survei status gizi balita Indonesia bahwa angka pre-valensi stunting Pasbar masih berada pada kategori angka stunting nasional dengan angka 24, 4%.

Walaupun demikian, menurutnya hal ini masih harus menjadi lokasi fokus, hingga apa yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat bahwa Kabupaten/Kota harus tetap sebagai prioritas pencegahan dan penurunan stunting, hingga di tahun 2023 bisa mencapai 14 %.

Untuk itu Randi berharap harus ada komitmen bersama agar bisa segera menurunkan angka stunting di tahun 2023 sebesar 14 %.

Untuk itu Pemerintah tetap memprioritaskan percepatan penurunan stunting dengan membentuk Tim di Pasbar, makanya diharapkan dengan adanya tim ini bisa memudahkan untuk saling berkoordinasi dan bersinergi bersama dengan percepatan penurunan stunting di tingkat kecamatan maupun di tingkat Nagari.

Menurutnya, progres penurunan stunting pada tingkat Nagari yang menjadi fokus penanganan stunting tahun ini menggambarkan, bahwa program percepatan penurunan stunting berjalan dengan baik.

Meskipun belum maksimal karena sebagian besar anggaran sebelumnya masih fokus pada penanganan dampak pandemi Covid-19.

“Kita menyadari hal tersebut, sebab pelaksanaan beberapa program pada 3 tahun terakhir ini memang dipengaruhi oleh pandemi, terutama layanan yang memerlukan interaksi langsung dengan masyarakat,” terang Randi.

Hal ini tentu saja berdampak bagi pelaksanaan percepatan penurunan stunting bahkan anggaran yang tadinya dialokasikan untuk penanganan stunting harus memfokuskan kembali untuk penanganan Covid-19.

“Untuk itu, strategi dan rencana program Tahun 2023 harus mempersiapkan 35 lokus baru dengan tidak meninggalkan lokus lama yang terus berupaya mencegah penanganan peioritas stunting,” Jelas Randi.

Foto Dokumentasi

Sementara Ketua Bamus Nagari Koto Baru, Rozi Ahmadi dalam sambutan pembukaannya menyampaikan, program aksi penurunan stunting ini dapat berjalan baik bila ada skala prioritas dalam upaya penurunan sampai ke tingkat kejorongan, bukan hanya pada tingkat Nagari yang ada saja, dan semua ini tentu tak terlepas tentang anggaran yang harus ada skala prioritas.

Dalam kesempatan tersebut Rozi menyampaikan, pentingnya Komitmen pemerintahan Nagari dalam pelaksanaan percepatan pencegahan stunting terutama dalam skala prioritas penganggarannya dan melakukan penandatangan bersama dengan semua pihak terutama di tingkat pemangku kepentingan.

“Rembug stunting ini berfungsi sebagai forum musyawarah antara kader kesehatan, PAUD, Kader Pembangunan Manusia (KPM) termasuk masyarakat Nagari dengan pemerintah Nagari dan Badan Permusyawaratan Nagari,” Ujarnya.

Sementara Pj. Waki Nagari Koto Baru, Robiyanto dalam sambutannya berharap, pemanfaatan Dana Desa untuk penanganan stunting di Nagari dapat dimulai dari pemetaan sasaran secara partisipatif terhadap warga yang terindikasi, terutama masyarakat yang perlu mendapat perhatian dalam penanganan stunting oleh kader pembangunan Manusia atau KPM di Nagari. Secara spesifik tugas Kader di Nagari adalah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap layanan 1000 HPK melalui format laporan KPM.

“Dari hasil pemantauan dan evaluasi pertriwulan, nantinya kita minta agar KPM melaporkan ke pemerintah Nagari, untuk itu bagaimana tercapainya penurunan stunting di Nagari Koto Baru, kita berharap bukan hanya pelaporan Admintrasi, tapi ada catatan data dari hasil pertemuan-pertemuan dengan metode diskusi yang terarah seperti FGD. terutama dengan tetap melibatkan masyarakat dan semua unsur terkait dengan pendidikan dan kesehatan yang di dalamnya membahas tata cara pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi,” Tegas Robiyanto.

Robiyanto menambahkan, dari rangkaian kegiatan tersebut hingga sampai pada output, semua pelaksanaan penurunan stunting adalah Musna Rembug Stunting di Nagari ini, terutama terkait penganggaran yang bertujuan agar semua kebutuhan dalam penurunan stunting dapat menjadi salah satu prioritas program dan kegiatan tahun perencanaan selanjutnya khususnya pada penggaran dari dana Desa yang menjadi prioritas nasional.

“Sebagai kader, kita harapkan agar forum – forum musyawarah dan diakusi hingga Musna Rembug seperti saat ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan pada kegiatan utama dalam Implementasi arah Kebijakan percepatan Penurunan Stunting di lapangan nantinya,” Ujar Robi.

Robiyanto menekankan, agar Implementasi kebijakan percepatan penurunan Stunting dari
hasil kesepakatan Musna rembuk stunting Nagari Koto Baru hari ini, dapat dituangkan dalam Berita Acara yang ditandatangani oleh perwakilan peserta rembug stunting, dan pemerintah Nagari.

Sebagai narasumber dalam rembug stunting tersebut adalah Kepala Dinas Kesehatan, Bappeda Pasbar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari, TA.P3MD, Puskesmas Ophir, TPD Luhak Nan Dua. [Zoelnasti]

Pos terkait