Bentuk Koalisi Kurikulum Pendidikan Nasional Sebagai Wujud Tindak Lanjut Pertemuan Simposium Nasional

  • Whatsapp
Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Jakarta, – Bertempat di kantor Walikota Jakarta Utara, Komite Juang (KOM-JU) menyelenggarakan Simposium Nasional bersama para narasumber dan peserta dari segala penjuru daerah melalui webinar zoom meeting, kegiatan tersebut sebagai wujud upaya gerakan masyarakat melalui KOM-JU dalam mengawal serta kegelisahan terkait implementasi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, maka dalam kegiatan kali ini menegaskan kembali agar pendidikan nasional membuat kurikulum berbasis Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mulai dari tingkat TK/Paud.

Dengan menghadirkan narasumber Puskurbuk Kemendikbud RI, DPD RI, PB PGRI, BPIP RI dan Pakar Falsafah Bhinneka Tunggal Ika, serta peserta yang hadir dan antusias dalam kegiatan ini dari berbagai unsur, dari mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ada sekitar 15 an yang terdata dikami, dari dosen, guru dan siswa dari SMK/SMA dari perwakilan setiap daerah sebut saja dari Jakarta, Jabar, Jateng, Lampung, Sumut, Maluku dan lain, serta tentunya dari organisasi serta lembaga yang fokus kepada isu isu Pancasila.

“Maka koalisi sangat diperlukan agar dapat mengawal simposium nasional ini untuk dapat ditindak lanjuti bukan hanya pembicaraan yang selesai dalam forum bahwa kami juga akan terus bersilaturahmi dan komunikasi dari narasumber yang hadir dalam pertemuan ini untuk menyodorkan hasil gagasan atas rumusan yang digagas yang mungkin akan kami bukukan,” Tegas Apek Saiman Ketua Komju.

Dalam pertemuan tersebut menghasilkan konsensus bersama dari berbagai narasumber dan peserta yang hadir dalam webinar zoom, yakni 1) Kurikulum Pendidikan nasional berbasis Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika perlu didorong agar mempunyai kekuatan hukum; 2) BPIP membuat bahan materi ajar terkait Pancasila serta melakukan pertemuan rutin bersama komunitas atau lembaga yang fokus dalam hal tersebut dan juga bhinneka tunggal ika untuk membuat bahan ajar untuk seluruh tingkat pendidikan 3) Menyusun peta jalan bendidikan  bersama dan transformasi pendidkan reform Kurikulum serta tata kelola guru 4) Hasil notulensi dan rumusan dalam pertemuan ini akan dibukukan dan dibawa ke DPD untuk menjadi kajian agar kurikulum Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mempunyai kekuatan hukum; Selanjutnya, 5) Bersama mengevaluasi, memformulasikan, merumuskan Kembali kurikulum Pancasila dan bhinneka tunggal ika masuk dalam pejalan Pendidikan.

Hadir dan memberikan sambutan dalam simposium nasional tersebut Bapak Walikota Jakarta Utara  Dr. Ali Maulana Hakim, SIP., M.Si. Untuk kegiatan yang hadir secara offline di ruang fatahilah kantor walikota administrasi Jakarta Utara sangat terbatas mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19, hadir mendampingi Bapak walikota dan mengawal kegiatan Wawan Budi Rohma dari Asisten Administrasi dan Kesra, peserta lebih dari seratus melalui zoom meeting dan yang tidak tertampung melalui youtube channel.

Ada nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang bisa diimplementasikan dalam budaya kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara bersatu padu untuk menyatukan komitmen berbagai masalah yang menghadang, “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini untuk berharap kegiatan ini akan memberikan kontribusi positif serta dorongan bagi seluruh masyarakat Jakarta Utara, untuk menjaga kerukunan dan toleransi menuju masyarakat yang lebih maju tetap semangat pantang menyerah untuk berkolaborasi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Hadir dalam pertemuan tersebut Dr. Yogi Anggraena, M.Si sebagai Koordinator Pengembangan Kurikulum dan Evaluasi – Puskurbuk (Mendikbud) memberikan materi tentang, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai konsep kurikulum Pendidikan nasional. Dari perwakilan parlemen ada dari senator DPD RI, mengenai pembangunan karakter Pendidikan berbasis Pancasila, hadir pula perwakilan PB PGRI Bapak Dudung Abdul Qodir, M.Pd menerangkan terkait transformasi pendidikan dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, dari perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP RI) bagaimana Agama, Pancasila, dan ke-Indonesia-an, merawat kepelbagaian meneguhkan harmoni.

Banyak peserta melakukan interkasi melalui zoom dan youtube, dalam sesi tanya jawab, salah satu penanya Amirudin Sihombing memberikan pertanyaan kepada Dr. Yogi bahwasanya setiap ganti kepemimpinan ganti kebijakan dalam Pendidikan dan Kurikulum, bagaimana Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dapat terus kesinambungan bangsa kedepan tidak hanya berganti kepempinan ganti kebijakan.

Maka KOM-JU hadir dalam mengawal pemerintah untuk memasukan peta jalan Pendidikan nasional dan mempunyai kekuatan hukum yang jelas melalui kesadaran bersama. [TSA]

Pos terkait