Bupati Abdya Ajak Langkah-langkah Ini Untuk Antisipasi Covid-19 di Daerahnya

Foto : Akmal Ibrahim (Media Aceh.Co)

Barometerneews.id | Abdya,  Virus Corona kian meresahkan seluruh kalangan masyarakat termasuk di Kabupaten Aceh Barat Daya, Ketua Gugus Tugas Percepatam Penanganan Covid-19 Abdya, Amiruddin S.Pd sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, membenarkan adanya 2 orang warga Abdya yang kini berstatus PDP, kedua orang tersebut telah melakukan pemeriksaan dari tim medis di RSUTP Abdya. Kamis, 26/03.

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim meminta seluruh SKPK di kabupaten itu mengambil langkah antisipasi cepat. Hak ini dia utarakan melalui akun medsosnya.

“Tadi pagi saya minta Pak Wabup dan Sekda membahas rencana penanggulangan corona. Bagaimana kalau langkah antisipatif ini kita lakukan secepatnya,” kata Akmal Ibrahim.

Di antara beberapa langkah perencanaan itu–sekali lagi ini cuma masih rencana–, adalah sebagai berikut :

1. Setiap desa wajib menyediakan dana desa sebesar Rp 50 hingga Rp 200 juta untuk penanganan corona. Dana atau dalam bentuk barang, diberikan kepada masyarakat langsung karena mereka tak bisa bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari selama kewajiban tetap tinggal di rumah.

Pengelola dan peruntukan dana ini tetap pada pemerintahan desa. Kalau dana ini mudah. Tinggal saya ubah Perbup dan memerintahkan agar pencairan dana desa harus ditolak tanpa program darurat korona.

2. Seluruh biaya perjalanan dinas, baik saya dan Wabup, DPRK, dan semua instansi otonom, dipangkas setengah. Hasilnya digunakan untuk mendukung kerja tim medis, fasilitas medis, biaya operasional, serta intensif khusus tim medis, bahkan tim penanggulangan corona Abdya.

3. Kesempatan bersedekah umum. Untuk bupati dan Wabup, seluruh gajinya disedekahkan. Untuk sekda, ketua dan anggota DPRK, eselon 2, minimal Rp 1 juta per bulan, dan eselon 3, sekitar Rp 500 ribu. Untuk eselon 4 dan staf, seberapa ikhlas saja.

Untuk yang tak punya uang, bersedekahlah, terus berprasangka yang baik, dan kata-kata yang baik untuk memberi semangat pada rakyat dan tim dan awak medis.

“Mari kita diskusikan langkah-langkah ini. Sebab rencana ini harus kita sesuaikan dengan regulasi, kecuali point 3.
Mari kita gotong royong dan perbanyak sedekah dalam krisis ini. Jangan panik, tapi kita harus siap. ajak Akmal Ibrahim yang merupakan mantan jurnalis itu. (Red/HI)

Pos terkait