Dampak Covid-19 Usaha Travel Menjerit

Dok/Zoelnasti

Barometernews.id | PASBAR, – Pelaku bisnis agen perjalanan atau travel menyebut wabah virus corona (Covid-19) menimbulkan tantangan yang lebih berat pada tahun ini.

Direktur PT. Ratu Pasaman Jaya, Saiful yang akrab dipanggil Ipul kepada Insan Pers PerkumpulAn Jurnalis Online Pasbar di Kantornya, Sabtu, (18/04/) menerangkan, bahwa berjangkitnya isu virus corona Covid 19 akhir-akhir membuat minimnya pemasukan bahkan bisa dibilang merosot tajam, atau sama sekali tak ada pemasukan.

Sebelumnya kita para pengusaha travel hanya meminta kepada seluruh Travel sebagai pengangkut tumpangan umum yang tergabung di PT. RATU Pasaman Jaya, Simpang Empat, Pasaman Barat untuk beroperasi dengan durasi waktu minimal 1 pekan, tapi kini operasi terputus total diakibatkan penumpang yang tak ada sehingga omset pendapatan drastis terjadi penurunan total hingga hari ini Sabtu, (18/4/2020).

Hal ini membuat unit Travel yang masih terikat dengan pihak lesing menjadi serba salah, sebab pihak lesing dalam situasi covid 19 ini tidak memberi kelonggaran dalam setoran bulanan, kepada mereka.

“sebelumnya ada 10 Unit Travel yang tergabung dengan kita, dan selama ini semua yang tergabung selalu siap beroperasi mengangkut penumpang kesetiap trayek yang ditentukan oleh pihak perusahaan, tapi kini ada beberapa pengusaha bahkan sudah ada yang menutup usahanya lantaran minimnya pemasukan bahkan sama sekali tidak ada beroperasi akibat covid 19,” terang Saiful.

Dikatakannya, dengan adanya imbas dari covid 19 ini, Travel yang tergabung sampai hari ini hanya beroperasi 1 Unit Travel saja, bahkan yang lain bisa dikatakan mati total, di samping memang penumpang tidak ada karena stay home dan perjalanan yang dibatasi, akibatnya masyarakat saat ini takut bepergian dan sesuai juga adanya himbauan pemerintah untuk tidak bepergian, yakni menghindari dan memutus mata rantai penyebaran virus corona covid 19 ini.

Saat ini menurut Ipul, bila ada Travel yang beroperasi, itu pun karena ada penumpang mendadak yang ingin bepergian karena ada kepentingan yang wajib berangkat ketujuan, walaupun kadang penumpang yang diantar paling banyak hanya 3 orang terpaksa kami mengantarnya, walaupun akibatnya untuk pulang travel kita nihil, atau tak membawa penumpang, hingga untuk biaya operasi dan biaya BBM pun tak tertutupi.

Dijelaskannya sebelum adanya imbas dari covid 19 ini, setiap hari Travel yang beroperasi bisa mendapat masukan bersih sebanyak Rp.500 rb/orang, namun setelah adanya dampak dari virus ini penumpang yang akan dibawa pun tak ada, mengakibatkan Travel yang beroperasi pun tak ada sebab untuk biaya BBM saja tak tertutupi.

“kita telah mencoba untuk unit travel yang masih memiliki ikatan dengan pihak Lesing melalui permohonan agar diberi kelonggaran atau penundaan pembayaran storan kreditnya sesuai anjuran dari Presiden, tapi permohonan kita oleh pihak Lesing ditolak, dengan berbagai alasan yang tak jelas pula.” terang ipul.

Dijelaskannya, memang ada berapa pilihan yang katanya untuk kelonggaran, tapi menurut kita itu bukan kelonggaran, sebab yang ditawarkan dari pihak Lesing adalah, yang biasanya pembayaran kita sebulan sebesar Rp.4.194.000,- mereka minta menjadi Rp 4.350.000,- ditambah perpanjangan storan bulanannya sebanyak 3 bulan, itupun jika pihak nasabah menyetujui, hal ini bagi kami rasanya tak mungkin.

“Kalau seperti ini kelonggaran yang kami dapatkan dari pihak lesing, ini sama saja membunuh kami, hingga kami merasa pasrah apapun nantinya yang akan terjadi diakibatkan karena tidak sanggupnya untuk melakukan pembayaran storan, ulah mati totalnya usaha travel ini, kami selaku pihak nasabah siap menerima apa pun yang akan terjadi nantinya.” keluhnya.

Demikian juga dari pihak Bank, setelah kami lakukan permohonan pengunduran pembayaran kami hanya mendapat kelonggaran, selama 1 tahun ke depannya dan bagi nasabah peminjam dana KUR mendapatkan kelonggaran selama 6 bulan.

“semoga nantinya dengan adanya bantuan yang akan diberikan oleh Dinas Perhubungan dan Lantas Polres Pasbar kepada setiap sopir Travel, dapat membantu hidup kami, saat ini kami masih dalam pendataan pengumpulan Foto copy Kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk, yang diminta oleh Kasat Lantas Polres Pasbar dan Pihak Dinas perhubungan,” Tandasnya Direktur PT. Ratu.

(Zoelnasti)

Pos terkait