Demi Keselamatan Masyarakat, Bupati Simeulue Akan Tempatkan Satpam di Puskesmas dan Pustu

Foto Dokumentasi

Barometernews. id | Simeulue, – Bupati Simeulue, H. Erli Hasim, SH, S.Ag, M.I.Kom saat mengisi materi pada Pelatihan Dasar CPNS Formasi 2018 di Aula BPSDM Aceh, sempat menyinggung salah-satu program pemerintah kedepan yakni menempatkan Satpam atau penjaga keamanan di setiap Puskesmas dan Pustu di Kabupaten Simeulue, Rabu (08/01).

Bupati Simeulue yang di dampingi Kabag Humas, Dodi Juliardi Bas dan Kabag Administrasi Pembangunan, Salmarita ST, mengisi materi Pelatihan Muatan Teknis Subtansi Lembaga (MTSL) kepada peserta Latsar formasi 2018 dari Kabupaten Simeulue.

Bacaan Lainnya

Pada materi ini Bupati Simeulue lebih menekankan terkait Profesional CPNS dalam menjalankan tugas di masyarakat, serta mengajarkan menjadi Pegawai Negeri Sipil yang menaati aturan per Undang-Udangan yang telah ditetapkan.

Foto Dokumentasi

Ia berharap setelah nantinya seluruh peserta telah kembali ke instansi kerjanya masing -masing, akan lebih semangat dalam melayani masyarakat dan tidak cepat mengeluh. Apalagi saya temukan nanti SMS dari peserta Latsar hari ini untuk secepatnya meminta pindah dari instansi mereka bekerja saat ini.

“Saya ingin semua peserta latsar Formasi 2018 mentaati perjanjian yang telah disepakati terkait penempatan kalian bekerja saat ini. Jangan sampai 1 bulan bekerja sudah minta pindah, dengan alasan jauh dari orang tua, dan sebagainya,” Ungkap Erly.

Setelah masuk sesi tanya jawab, salah seorang peserta Latsar ( Dr. Febri) menanyakan terkait kebijakan pemerintah dalam mengawasi dan mengontrol para ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Simeulue.

Bupati Simeulue menjawab, saat ini kita sedang melakukan upaya – upaya dalam menangani permasalahan yang ada di setiap instansi pemerintah. Bagaimana kedepan masyarakat benar – benar merasakan pelayanan yang baik, dan tidak terlantar dari segala urusan, hingga mengakibatkan kematian.

“Pernah kejadian salah – seorang ibu yang sakit saat tengah malam.Waktu diantar ke Puskesmas dan Pustu semua tutup, dan tidak ada perawat,” Ujar Erly.

Prihal ini merupakan salah-satu kasus yang memang sering terjadi di beberapa daerah terpencil. Kalau sudah tengah malam Puskesmas dan Pustu ditutup. Jadi, dikarenakan tidak ada satpam atau petugas maka pasien yang ingin berobat akan terlantar dan tidak dapat ditangani.

Maka, kedepan kita akan menempatkan petugas keamanan atau Satpam di setiap Puskesmas dan Pustu, sehingga masyarakat yang hendak berobat di tengah malam akan cepat tertangani dan tertolong.

“Kalau ada Satpamnya, masyarakat yang sakit saat tengah malam kan akan mudah tertolong. Satpamnya langsung yang akan memfasilitasi pasien dengan petugas atau perawat di Puskesmas dan Pustu itu.” Kata Erly lagi.[Red/Ir]

Pos terkait