Dinas Pariwisata Pasbar dan Geopark Talamau Gelar Diskusi Ekonomi Kreatif

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Pasbar, – Menariknya, bertempat di Komplek Latifa jalur 32 Simpang Empat Pasbar, Selasa (09/03)  berbagai anak muda dari kalangan Akademisi, Aktivis dan beberapa Komunitas di Pasbar berkumpul.

Pasalnya banyak permasalahan dan tantangan yang dihadapi anak-anak muda era kini untuk dapat mengembangkan potensi ekonomi kreatif di lingkungannya, termasuk kesiapan kaum muda Intelektual untuk dapat bersaing di Era Industri Teknologi

Bacaan Lainnya

Terkait hal itulah Diskusi Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas, diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Pasbar bekerja sama dengan Geopark Talamau Selasa (09/03) dengan peserta diskusi kelompok ekonomi kreatif yang terdiri dari Komunitas Ekraf Pasbar, Komunitas Rajud Pasbar dan Youtuber Pasbar

Foto Dokumentasi

Peningkatan produk melalui web atau media sosial yang memanfaatkan perkembangan tehnologi saat ini, kalau dikelola dengan baik yang melibatkan berbagai komunitas akan mampu menciptakan ekonomi kreatif.

Sebab ekonomi kreatif selain kreatif membuat dan menciptakan produk, tapi bisa juga kreatif dalam menciptakan kerjasama dengan pihak lain, seperti kreatif membuka peluang kerjasama dengan komunitas tani, nelayan, seni dan budaya maupun pelaku wisata serta komunitas Youtuber anak-anak muda milenial .

Bagaimana memanfaatkan berbagai media sosial yang ada di sekitar kita saat ini termasuk pelaku tehnologi yang semua muaranya bagaimana meningkatkan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat.

Acara diskusi pengembangan ekonomi kreatif yang di fasilitatori oleh Ketua Umum Geopark Talamau, Decky H. Sahputra, Ketua Pelaksana Harian Geopark, Roby ZR, Ketua Bidang Pengembangan dan Kreatifitas Geopark, Eko Darmawan dan Zulatiska Bidang SDM Dinas Parawisata Pasbar berjalan dengan tetap memperhatikan protokoler Kesehatan.

Decky H. Sahputra menyampaikan pengembangan Ekonomi Kreatif harus juga melihat situasi di sekitar kita, terutama terhadap bahan baku yang akan digunakan yang ada dimiliki di sekitar kita atau tak di miliki oleh orang lain atau daerah lain.

Tujuannya agar pelaku ekonomi kreatif mampu menggali spesifik serta tidak kehabisan bahan baku sebab bahan baku tersedia disekitar kita.

Sementara Roby ZR berharap dalam pemasaran buatlah pemasaran dengan harga yang bisa bersaing dan dikombinasi dengan perkembangan tehnologi serta komunitas yang ada termasuk media.

Menurutnya Ekonomi kreatif dapat dikatakan sebagai konsep ekonomi di era ekonomi baru saat ini yang mengintensifkan informasi dan kreativitas yakni mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) dan SDA sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Diskusi yang bertemakan “Bersama Kita Berbuat” ini, menurut  Eko Darmawan yang merupakan Pegiat ekonomi kreatifitas sekaligus Pecinta tehnologi dari berbagai Komunitas anak muda ini menyampaikan, diskusi ini bertujuan untuk mengajak kaum muda mengasah kreativitas dan memacu produktivitas dengan memanfaatkan SDA dan SDM yang ada, ia berharap Kreatif Bersama Kita Berbuat mampu melahirkan generasi muda yang energik dalam menggali gagasan kreatif dengan etika moral agama yang tinggi.

Sementara itu, Zulastika sebagai pelaksana Bidang SDM di Dinas Parawisata selaku Moderator yang memandu jalannya Diskusi, mengungkapkan acara “Bersatu Kita Bersama” sengaja digelar sebagai ruang untuk berekspresi anak-anak muda agar dapat menggerakkan kreativitas dan memperkaya ide pemikiran kreatif anak-anak muda hingga menghasilkan, bukan sekedar hanya berkumpul dalam penggiat komunitas saja.

Pasalnya, banyak permasalahan dan tantangan yang dihadapi anak-anak muda saat ini untuk bagaimana mengembangkan potensi ekonomi kreatif di daerahnya maupun di sekitarnya, termasuk kesiapan kaum muda Intelektual untuk segera mulai ikut bersaing di Era Industri Teknologi saat ini.

“Diskusi ini kita gelar, bertujuan agar anak muda terus bergerak menumbukan ekonomi kreativitas di desa dan lingkungannya, semoga ke depan kita bisa lebih bisa bersaing dan produktif,” Ujar Zulastika.

Saya Berharap, saatnya anak-anak muda mulai berpikir maju, termasuk bagaimana mengembangkan kemandirian untuk memulai mengembangkan ekonomi kreatif berbasis komunitas ditingkat Nagari. Dengan Satu Nagari Satu produksi ekonomi kreatifitas,” Tuturnya.

Acara Diskusi berlangsung interaktif dan terlihat antusiasme peserta mengajukan sejumlah pertanyaan terkait strategi dan metode Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas di tingkat Nagari, sehingga menghasilkan sejumlah ouput.

Acara ditutup oleh Decky dengan harapan agar kita menyadari dengan posisi kita berada untuk berpikir lebih kreatif apa yang dapat kita ciptakan dari potensi alam yang ada.

Menurutnya, Industri kreatif akan dapat berjalan dengan baik bila semua pihak yang terkait ikut terlibat dengan Pengembangan ekonomi kreatif Berbasis Komunitas, maka perekonomian Nagari yang awalnya didominasi oleh konsumsi akan bergeser menjadi produksi. Salah satunya dengan dukungan kekayaan intelektual SDM dan SDA yang ada saat ini.

“Kita himbau Sarjana dan kaum Muda kembali ke Nagari,” Ajak Decky.

Decky yang didampingi Roby ZR dan Eko Darmawan para petinggi Geopark ini dalam sesi penutup menambahkan Aspek yang harus dimiliki oleh anak-anak muda adalah kemampuan berpikir kreatif dan berani berinovasi dengan melawan rasa gengsi. Kreativitas itu sendiri tak bisa lepas dari karakter kaum muda, maka pemuda adalah menggerakkan ekonomi kreatif Nagari

Acara yang berakhir hingga pukul 15.00 WIB.  diakhiri dengan sesi Dokumentasi bersama dan ditutup dengan diskusi lepas yang berjalan dengan baik dan lancar. [Zoelnasti]

Pos terkait