Gebrak Masker Butuh Kesadaran Kolektif dan Konsistensi Aparatur

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Langsa, –  Gebrak Masker Aceh yang telah dicanangkan Pemerintah Aceh harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk membumikan masker dalam aktifitas keseharian.

Sungguh ironi sebenarnya disaat tren kasus Covid-19 meningkat tajam, justru faktanya partisipasi warga dalam penggunaan masker masih jauh panggang dari api.

Bacaan Lainnya

Pemerintah harus lebih gigih lagi melakukan terobosan untuk bisa meyakinkan masyarakat tentang pemakaian masker agar gerakan masker tidak jadi pepesan kosong.

Bukan lagi persoalan kelangkaan tersedianya masker seperti di awal pandemi lalu, sebab pengadaan masker kini telah bisa diintervensi negara sampai di tingkat gampong.

Namun sejatinya gerakan masker belum membudaya di masyarakat, bahkan mirisnya hal tersebut juga menjangkiti aparatur pemerintah yang harusnya jadi suri teladan. Demikian ungkap Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kota Langsa DR. Zulfitri, MA.

Sebuah upaya kontraproduktif jika gerakan masker ini tidak diimbangi dengan memperkuat penyadaran masyarakat dan konsistensi para aparatur dalam penerapannya.

Upaya memperkuat penyadaran masyarakat dilakukan dengan cara meningkatkan peran serta Relawan gampong maupun optimalisasi fungsi dari Gampong Tangguh.

Konsistensi aparatur pemerintah menerapkan protokol kesehatan yang melekat secara kelembagaan dan personal dapar memperkuat internalisasi gerakan masker ini.

Setelah itu gerakan masker perlu didukung dengan adanya sanksi secara administratif maupun sosial agar timbul efek jera dan menjadi alarm hidup dibenak masyarakat.

“Forum PRB Kota Langsa memberi apresiasi tinggi dan siap mengawal implementasi dari Gebrak Masker yang diinisiasi Pemerintah Aceh,” Ujar DR. Zulfitri, MA. [DS]

Pos terkait