JAGA Data Challenge: Pentingnya Mengolah Data bagi Perkembangan Ekosistem Pendidikan

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Jakarta, – Kompetisi data pelayanan publik terbesar di Indonesia alias JAGA Data Challenge menggelar seri kedua diskusi dengan tema Pengolahan Data Bermanfaat Menuju Pendidikan Bermartabat. Acara diskusi ini diselenggarakan secara daring melalui webinar serta disiarkan secara langsung pada kanal YouTube KPK RI, Rabu (13/10).

Plt Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK Syarief Hidayat dalam sambutannya menyampaikan harapan bagi masyarakat untuk ikut andil dalam berbagai kegiatan pencegahan korupsi yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang salah satunya ialah pengolahan data pada pelayanan publik.

Bacaan Lainnya

“Hari ini adalah seri diskusi yang ke-2 dari rencana ada tiga seri diskusi yang kita lakukan dalam rangkaian kegiatan JAGA Data Challenge. Kita (KPK) berharap kompetisi ini diikuti oleh masyarakat dengan memanfaatkan seluruh data yang ada di platform JAGA,” Ujar Syarief.

Syarief mengatakan aplikasi JAGA merupakan inisiasi KPK dalam mendorong keterbukaan data publik, dengan beragam informasi dari sektor pelayanan seperti sektor pendidikan, desa, fasilitas kesehatan, perizinan, dan penanganan Covid-19. Dalam memberikan data yang tersedia pada aplikasi JAGA, KPK, kata Syarief bekerja sama dengan kementerian terkait, misalnya saja di JAGA ada 400.000 profil sekolah di mana data tersebut bersumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset RI.

Hadir pula sebagai narasumber yaitu Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek RI Suharti. Suharti mengatakan antusiasmenya dalam memberikan paparan pada diskusi JAGA hari itu.

Data is my passion, undangan ini membuat saya bersemangat untuk menunjukkan pada semua bahwa data itu manfaatnya luar biasa untuk proses pengambilan keputusan, untuk melakukan intervensi-intervensi jika dibutuhkan dan untuk memastikan bahwa kinerja penyelenggara negara semakin baik ke depan,” Ujar Suharti.

Dalam paparannya Suharti membicarkan tiga hal penting, di antaranya ialah peran data, contoh-contoh pemanfaatan dan kolaborasi data, serta model tata kelola data pendidikan yang Indonesia miliki.

Pendidikan dalam melakukan pembangunan, kata Suharti mengacu pada amanat UUD 1945 yaitu pasal 31 ayat 1-5; Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan (1), setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya (2), pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkakan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang (3), dan seterusnya.

“Nah ini kita perlu tahu siapa yang sudah sekolah, siapa yang belum, untuk menunjukkan hal tersebut kita perlu data, fakta yang ada di lapangan. Peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, satuan pendidikan, dinas pendidikan, serta masyarakat, semua kita butuhkan data itu,” Kata Suharti.

Sementara, peneliti senior The SMERU Research Institute Luhur Bima berbagi tentang pentingnya penelitian atau riset untuk mendukung kebijakan pemerintah. Bima menceritakan mengenai proses perumusan kebijakan di sektor pendidikan, data apa saja yang dipakai hingga hasil penelitian tersebut selesai dan dikomunikasikan terhadap pemerintah.

JAGA Data Challenge bertujuan untuk menambah literasi masyarakat mengenai data pada pelayanan publik dan pengolahannya agar dapat menjadi sebuah infomasi yang dapat digunakan dalam pencegahan atau deteksi dini korupsi melalui situs dan aplikasi JAGA. Peserta kompetisi ditantang untuk memanfaatkan dan menganalisis data yang ada pada sektor pelayanan publik yang tersedia pada menu JAGA. Selain lomba analisis data, terdapat juga lomba desain maskot JAGA.

Simak juga di Podkes Kanal KPK 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik tautan berikut https://www.jaga.id/datachallenge/ dan jangan lupa untuk mengikuti akun media sosial JAGA di Instagram @Jaga.id, TikTok @Jaga.id, serta twitter @Jaga_id

[BHM – KPK RI]

Pos terkait