Kapolres Pantau Harga dan Stok di Pasar Simpang Tiga

Foto Dokumentasi
Barometernews.id | Pasaman Barat, – Guna mengetahui stok dan harga Sembako di bulan Ramadhan 1444, Kapolres Pasaman Barat, Agung Basuki, iringi Wakil Bupati, Risnawanto, tinjau pasar. Mereka mengecek langsung harga barang bahan pokok di Pasar Simpang Tiga, Nagari Koto Baru, Luhak Nan Duo, Jumat (24/3).

Kapolres, Agung Basuki, bersama Wakil Bupati Risnawanto, didampangi Camat Luhak Nan Duo Resta Amelda Putri, Kasat Intelkam, Boby Sandra, Kapolsek Pasaman, Rosminarti, Pj Wali Nagari Koto Baru Robianto, Pj Wali Nagari Ophir, Yenni Tunida, ikut memantau harga di pasar itu.

“Iya, kegiatan ini rutin dilakukan di bulan Ramadhan, agar pihaknya mengetahui harga bahan pokok di Pasaman Barat, khususnya di Kecamatan Luhak Nan Duo, terutama dalam bulan puasa Ramadhan saat ini,” kata Kapolres.

Bacaan Lainnya

Dari pemantauan yang dilakukan, Agung Basuki menjelaskan, tidak ada kenaikkan komoditas Sembako. Pihaknya sudah menanyakan hal itu ke sejumlah pedagang Sembako dan kebutuhan lain di pasar. Dari pengakuan pedagang,
tidak ada harga sembako yang melonjak dan masih normal.

Dari pemantauan yang dilakukan, terang Agung Basuki, stok kebutuhan pokok masyarakat masih tersedia, seperti daging, telur, minyak goreng, tepung dan beras, semuanya masih aman dan tersedia. Semuanya masih terjangkau serta bisa dibeli warga yang membutuhkan.

Ia menambahkan, bahwa ia telah memerintahkan Kasat Intelkam termasuk jajaran Polsek untuk memantau terus terkait dengan perkembangan harga dan stok kebutuhan pokok pada bulan Ramadhan hingga lebaran nantinya.

“Kita juga akan cek gudang distributor, sekaligus memastikan bahwa lokasi di Kabupaten Pasaman Barat ini tidak ada penimbunan. Apabila ada pihak-pihak yang melakukan penimbunan sembako, kami akan tindak tegas, karena dengan adanya penimbunan akan merugikan masyarakat,” tutupnya

Wakil Bupati, Risnawato, mengatakan, harga kebutuhan pokok sampai lebaran akan tetap stabil dan tersedia di pasaran yang berada dalam wilayah masing-masing. Pemerintah Pasaman Barat akan mencari solusi apabila, jika terjadi kenaikkan harga yang signifikan, seperti melalui operasi pasar, sehingga masyarakat tidak kesulitan dalam menghadapi bulan puasa. [gmz/jbm]

Pos terkait