Kasus Cuitan Plat Merah Berlanjut

Foto Dok. Kasat Reskrim AKP Acep Yuli Sahara, SH memberikan penjelasan terkait pemeriksaan terlapor Jeni Sandyah, SE. MH.

Barometernews.id | Pagar Alam, – Menindak lanjuti kasus yang tertulis di akun FB “Pers Plat Merah”  yang melibatkan ketua DPRD Pagar Alam dengan salah satu wartawan media online Strindownews.com Pagar Alam Al Khafi  pada hari ini di jadwalkan pemanggilan terlapor Jeni Sandyah, SE.MH, Rabu (20/01).

Foto Dok. Ketua DPRD Pagar Alam, Jeni Sandyah, SE. MH

Untuk menindak lanjuti laporan pelapor, diketahui bahwa Kantor Hukum Poeyank telah mengirimkan surat kepada Kapolres Pagar Alam C.q Penyidik/penyidik pembantu dalam Laporan Polisi No LP.B.109/X/2020/SPKT Polres Pagar Alam perihal Permohonan Tindak Lanjut atas Laporan Polisi atas nama pelapor Al Kahfi.

Bacaan Lainnya

Saat di periksa terlapor menerima 25 pertanyaan. Setelah di periksa Ketua DPRD kota Pagar Alam Jeni menemui para awak media dan memberikan statement, “Saya datang ke Polres ini memenuhi panggilan sebagai saksi, memang saya menuliskan di akun FB saya selaku ketua DPRD kota Pagar Alam tersebut, jelas pada saat tanggal 12 Oktober 2020 sudah pernah kami klarifikasi bahwa “Pers Plat Merah” adalah Humas Kominfo, yang mana dalam postingan saya dalam kurung itu ada kaitannya dengan UU Pemerintahan Daerah jelas bahwa Humas Kominfo itu adalah bagian dari OPD yang ada di lingkup kota Pagar Alam,” Ungkapnya.

“Humas Kominfo mempunyai kewajiban untuk memfasilitasi kami dalam bidang informasi dan publikasi, aturan yang sudah saya sampaikan secara hirarki dari UU No. 23 tahun 2014 Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2016 sampai dengan ke tingkat yang paling bawah yaitu Perda No. 8 Tahun 2016 bahwa di DPRD kota Pagar Alam ini tidak ada Humas. Proses kedepannya kami serahkan kepada penegak hukum,” Jelas Jeni.

Di waktu yang sama Kasat Reskrim AKP Acep Yuli Sahara, SH memberikan penjelasan terkait pemeriksaan terlapor Jeni Sandyah, SE. MH.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor Al Khafi dan beserta saksi- saksi yang ada, selanjutnya kami akan memanggil saksi ahli dari bidang ATI apakah status yang di buat oleh Ketua DPRD tersebut mengandung unsur penghinaan atau tidak, nanti setelah kami melakukan pemeriksaan saksi ahli baru kami akan gelar perkara baik dari tingkat Polres maupun tingkat Polda, barulah kami dapat menetapkan status terlapor,” Jelas Kasat Reskrim kota Pagar Alam.

Di tempat terpisah kuasa hukum pelapor Al Khafi menyampaikan, “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari penyidik, menindak lanjuti laporan kemarin terkait postingan yang di unggah oleh akun pribadi  milik Jenny Shandia, yang mana sesuai petunjuk penyidik ketika bagian SPKT menerima laporan dan di konsultasikan kepada penyidik Reskrim,” Pungkas Wildandi. [NY]

Pos terkait