Kawasan Kepiting, Inovasi Cegah Stunting dari Puskesmas Kecamatan Cipayung

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Jakarta, – Puskesmas Kecamatan Cipayung berinovasi melalui kegiatan Kawasan Kenal dan Peduli Stunting atau Kawasan Kepiting. Ini merupakan serangkaian kegiatan dalam mencegah dan menanggulangi stunting terintegrasi di wilayah Kecamatan Cipayung.

Kawasan Kepiting adalah hasil kolaborasi Puskesmas Kecamatan Cipayung dengan jajaran seluruh Kelurahan, Sudin KPKP (Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan) Kota Administrasi Jakarta Timur dalam pemberian bibit ikan dan sayur. Selain itu, juga bekerja sama dengan Balai Besar Pengujian Produk Kelautan dan Perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dalam pemberian produk makanan berbahan dasar ikan laut.

Bacaan Lainnya

“Tujuan khusus Kawasan Kepiting ini meningkatkan panjang badan anak usia 0-18 bulan dengan pemberian makan yang sesuai dengan kebutuhan dan pedoman gizi seimbang serta tumbuh di lingkungan yang bersih dan sehat,” Ungkap Kepala Puskesmas Kecamatan Cipayung, dr. Rini Muharni, Kepada Tim Sudin Kominfotik Jakarta Timur, Jumat (18/02).

dr.Rini Muharni, menjelaskan, Kawasan Kepiting ini selain melakukan pendataan, pemeriksaan kesehatan anak, dan pemantauan gizi anak, pihaknya memiliki empat formula dalam pencegahan stunting. Pertama, Jumanting (Juru Pemantau Stunting), yang bertugas mengunjungi rumah warga, memantau pertumbuhan anak pendek setiap bulannya, monitoring evaluasi dan melaporkan kepada petugas Puskesmas jika ditemukan anak pendek dan sangat pendek baru.

Kedua, Tani Genting (Taman Gizi Gerakan Peduli Stunting), kegiatan pembudidayaan ikan dan sayuran oleh masyarakat. Setelah panen hasilnya dibagikan kepada warga yang kurang baik gizinya. Kegiatan ini didukung Sudin KPKP Jakarta Timur, dan dikelola warga RW 01, RW 02, dan RW 03 Kelurahan Setu.

Ketiga, Langit Remaja, yaitu penanggulangan stunting oleh remaja. Keempat, Go Pena Stunting, adalah gerakan bersama kelompok pencegah stunting, dan Kelima, Motor E-Stunting, yakni monitoring evaluasi bayi pendek dan sangat pendek.

“Kami sudah memilih Kelurahan Setu dijadikan pilot project (proyek percontohan) Kawasan Kepiting karena saat melakukan pendataan ada 14 anak yang terindikasi kurang gizi tetapi belum dikategorikan stunting,” Katanya.

Ia menjelaskan, 14 anak tersebut berada di RW 01 (tiga anak), RW 02 (tiga anak), dan RW 04 (delapan anak). Dari 14 anak, 13 anak pertumbuhan gizinya sudah membaik, dan tiga orang sudah normal tumbuh kembangnya, sementara satu anak lainnya masih dalam tahap pengobatan.

Alhamdulilah perkembangan anak sudah membaik dari yang tadinya makan hanya sekali sekarang sudah bisa hingga 3 kali, dan BABnya juga sudah mulai lancar,” Katanya.

Ia mengatakan, dari hasil positif yang sudah diraih, ke depannya diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan di wilayah Kelurahan lain yang terindikasi masalah gizi buruk untuk mencegah terjadinya stunting usia balita.

Dalam mendukung kegiatan ini, Camat Cipayung, Panangaran Ritonga, menyampaikan, kegiatan yang bekerja sama dengan lintas sektor ini membantu dalam memberikan asupan makanan dengan protein tinggi seperti ikan untuk anak-anak yang mengalami gizi buruk.

“Mudah-mudahan upaya yang sudah Kami lakukan Kecamatan Cipayung bisa zero stunting dan semua balita sehat dan gizinya juga baik,” Katanya.

Salah satu orang tua yang sudah mengikuti Kawasan Kepiting dari RW 04 Kelurahan Setu, Warsilah, mengatakan, dari kegiatan tersebut mendapatkan penyuluhan tentang gizi bati, berat badan, dan tinggi badan anak. Selain itu, juga mendapatkan bantuan makanan olahan ikan, susu, dan lainnya untuk membantu tumbuh kembang dan gizi anak.

Alhamdulillah semenjak Saya dapat penyuluhan, nafsu makan anak Saya bertambah dan tinggi badan anak Saya juga cepat sekali naiknya,” Katanya.

Ia pun berharap Kawasan Kepiting dapat ditingkatkan lagi dan rutin digelar setiap bulan agar bayi-bayi di Kelurahan Setu dapat sehat dan baik tumbuh kembangnya. [Kominfotik JT/JS]

Pos terkait