Knowledge Management Melalui Corporate University

Foto Dok. DR. Basuki Ranto

Oleh: DR. Basuki Ranto

Dosen Pascasarjana STIE Mulia Pratama

Bacaan Lainnya

Disetiap organisasi perusahaan mempunyai satu fungsi yang namanya Learning Center (LC) yang berperan mengelola pusat pengetahuan dalam bentuk Knowledge Management (KM). KM merupakan sebuah pergeseran dari training center yang karena perkembangan bisnis menuntut sebuah pengelolaan yang berbeda baik dari fokus, sistem, materi, sarana dan target yang diharapkan.

TC biasanya berbentuk pendidikan dan pelatihan yang pendekatannya kepada aktifitas anggaran, sementara KM bentuknya pembelajaran yang terprogram berdasarkan kebutuhan yang berkelanjutan dan bertujuan untuk menyiapkan pengetahuan (knowledge) yang mampu menghasilkan inovasi melalui create value dalam bentuk produk atau jasa yang memiliki keunggulan dan sejalan dengan perkembangan tehnologi.

Begitu pentingnya peran KM maka untuk mengakselerasi kebutuhan tersebut banyak perusahaan memerankan KM melalui Universitas Perusahaan (Corporate University).

Sebagaimana kita ketahui saat ini banyak bermunculan Corporate University (CU) seperti Telkom, PLN, IPC, Podomoro, Bakri dan Organisasi Bisnis lainnya. Diharapkan melalui CU perusahaan mampu menyiapkan tenaga yang memiliki knowledge yang unggul guna menjawab tantangan perkembangan tehnologi disatu sisi dan sisi lain mampu mengisi formasi kebutuhan HR dilingkungan sendiri berikut di anak perusahaan.

Oleh karena itu didunia pelatihan akhir-akhir ini, tentu istilah Corporate University bukan istilah asing bagi kita. Berbagai lembaga pelatihan baik swasta maupun pemerintahan telah bertransformasi dari lembaga pendidikan dan pelatihan menjadi Corporate University.

Sekilas tentang Corporate University

Dilansir  dari Pusdiklat Perpunas menyebutkan bahwa di Indonesia konsep Corporate University mulai diimplementasikan pertama kali oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) pada tahun 2000-an. Telkom juga bisa disebut sebagai pelopor dalam penerapan Corporate University. Kemudian disusul beberapa lembaga swasta lain, seperti PT. PLN, IPC Corporate University milik PT. Pelindo II.

Beberapa lembaga pemerintah yang sudah menerapkan Corporate University, diantaranya: Kementerian Keuangan, Pemerintah DKI Jakarta dan beberapa lembaga pemerintahan lainnya.

Corporate University atau dalam bahasa Indonesia diartikan universitas perusahaan merupakan implementasi dari konsep learning organization yang disampaikan oleh Senge (1990) dalam buku The Fifth Discipline, The Art and Practice of Learning Organization.

Dengan semakin meningkatnya perkembangan dunia yang semakin global dan kompetitif, menuntut seluruh karyawan dari seluruh level untuk mendapatkan pembelajaran dan pengetahuan sehingga mampu menerima perkembangan tersebut baik dibidang tehnologi, sistem informasi dan bisnis yang kian pesat persaingan dan berwawasan. Tujuan dari Corporate University adalah untuk mengatasi kelambatan dan ketidakmampuan proses pembelajaran teoritis yang didapatkan di Perguruan Tinggi konvensional dengan tuntutan praktik kerja yang sebenarnya. Mulai tahun 1990-an, praktik pembelajaran pada perusahaan maupun lembaga di dunia mulai mengadopsi Corporate University. Di Eropa, perusahaan seperti Shell dan Phillips mulai membangun Corporate University.

Corporate University mentransformasikan pendekatan pembelajaran tradisional pada training center ke pendekatan pembelajaran strategis.

Terdapat beberapa perbedaan antara konsep pembelajaran yang berbasis kepada pusat pelatihan dan pembelajaran strategis, diantaranya adalah dari prosesnya, reaktif menjadi proaktif; dari pendekatan taktis ke strategis; orientasi pengembangan individu ke kompetensi organisasi; konsep tujuan ke orientasi solusi.

Selain itu dilihat dari proses akhir konsep pelatihan tidak diperlukan evaluasi sedangkan dalam konsep strategi evaluasi sangat diperlukan untuk memperoleh umpan balik (feet back) guna perbaikan dan penyempurnaan berkelanjutan.

Hal lain dalam kaitannya dengan biaya yang dikeluarkan dibebankan kepada biaya pelatihan akan tetapi di konsep strategi pengeluaran dianggap sebuah investasi yang kemudian akan dihitung tingkat pengembalian (Rate of return)  dari nilai yang dihasilkan. Tentu saja masih banyak pembeda lainnya.

Lebih lanjut dijelaskan perbedaan mendasar dari training center dengan Corporate University adalah pada pada fokus pembelajaran. Training center hanya fokus pada pemenuhan kesenjangan kompetensi individu, sedangkan Corporate University fokus pada isu strategis dari organisasi dan proses bisnis.

Sesuai dengan fokusnya, Corporate University memiliki produk pembelajaran yang lebih bervariasi yang diarahkan untuk memberikan dampak bagi visi, misi dan sasaran kinerja organisasi. Beberapa produk yang bisa dikembangkan oleh Corporate University di antaranya adalah class learning, e-learning, blended learning, coaching/mentoring, culture change, Knowledge Management System (KMS), on the job training, knowledge sharing, knowledge management working group, community of practice.

Peran Knowledge Management

Telah jelas bahwa KM menjadi pilar utama dalam bangunan KM, artinya bahwa organisasi harus memahami pentingnya mengelola pengetahuan dari mulai memproduksi, menyebarkan dan menerapkan dalam kegiatan di organisasi. KM memiliki peran strategis dari sebuah organisasi yang harus mampu menyelaraskan strategi dan fokus organisasi dengan kemampuan produksi dengan melakukan capturing deviasi kinerja dan perbaikan dengan melakukan berbagai proses pembelajaran dengan memanfaatkan infrastruktur dan mengemasnya dalam berbagai bentuk pembelajaran yang lebih bervariasi.

KM sebagai penggerak dan pendorong dari sebuah organisasi sehingga bisa mengakselerasi keberhasilan tujuan organisasi dengan melibatkan secara kolaboratif berbagai potensi yang ada dilingkungan disekitarnya, sehingga terjadi sebuah harmonisasi strategi .

Terkait dengan masalah pembahasan dalam KM, hal yang penting dipahami adalah proses dengan model DIKW (Data-Information-Knowledge-Wisdom).

Data merupakan entitas yang masih belum memiliki makna. Hingga kemudian data tersebut diolah sehingga dapat memberikan makna disebut informasi. Dari informasi yang didapatkan dan melekat pada suatu konteks tertentu akan menjadi pengetahuan.

Pengetahuan yang diterapkan dan diyakini oleh sebagian atau sebagian besar orang akan menjadi kebijakan. Sebuah organisasi harus mampu mengelola dari data, informasi, pengetahuan dan kebijaksanaan di organisasinya untuk digunakan bersama sehingga dapat meningkatkan kinerja dan mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan corpu sangat tergantung pada bagaimana suatu organisasi mampu menerapkan KM.

Melalui KM dimaksudkan agar  terwujud sebuah knowledge centre dan membentuk kemampuan pengetahuan yang menghasilkan inovasi, kreatifitas serta mampu membuat nilai dalam bentuk produk barang atau jasa yang memiliki kriteria unggul (create value advantage). Kondisi harus berkelanjutan mengingat dunia bisnis akan terus menghadapi persaingan yang sangat ketat dan kuncinya keunggulan daya saing.

Untuk mewujudkan KM yang mampu membentuk keunggulan tersebut diperlukan biaya yang tidak sedikit sehingga pengeluaran untuk itu harus diberlakukan sebagai investasi dan human yang memiliki kompetensi melalui investasi knowledge dan diekuivalen dengan komitmen itulah yang disebut dengan Human Capital Management (HCM) atau dari sisi istilah lain disebut dengan Manajemen Modal Insani (MMI).

Kesimpulan

Dari berbagai uraian sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa KM memiliki peran yang strategis dalam sebuah organisasi, sehingga KM harus mampu menghasilkan knowledge yang handal dalam menghadapi persaingan global. KM juga harus mampu mewujudkan keunggulan melalui inovasi yang tiada henti.

Untuk mewujudkan KM yang sesuai dengan tujuan organisasi maka perlu dilakukan melalui Corporate University, yang secara fikus menyiapkan proses learning untuk mewujudkan development yang berkelanjutan(03032023b@s)

Referensi:

http://puasiklat perpunasgo.id

Jac Fitz-ENZ, The ROI of Human Capital- Measuring the economic value of Employee Performance, Amazom:2009

Hall ,Bradley : The New Human capital strategy, Amacom 2008

Pos terkait