Konsep Metaverse dalam HR

Foto Dokumentasi

Oleh: DR. Basuki Ranto

Dosen Pascasarjana STIE Mulia Pratama

Bacaan Lainnya

Komponen kelima dalam HR Trends 2023 adalah masuknya Human Resource (HR) atau Metaverse Sumber Daya Manusia atau dalam Trends HR 2023 disebut sebagai The Enter HR Metaverse.

Foto Dokumentasi

Facebook merupakan Salah satu platform media sosial yang paling terkenal di jagat raya internet dan telah melakukan rebranding untuk memberi sinyal dan merangkul ide-ide futuristik dengan mengangkat istilah metaverse.

Facebook melalui CEO Mark Zuckerberg mengubah nama perusahaannya menjadi Meta Platforms Inc. Saat ini hampir berjumlah tiga miliar orang yang menggunakan Facebook setiap bulannya, sehingga Mark Zuckerberg akhirnya mengungkapkan saran tentang perubahan arah yang patut diperhatikan

Metaverse adalah konsep alam semesta yang berbentuk tiga dimensi (3D) yang menggabungkan beberapa ruang virtual yang berbeda. Metaverse adalah contoh dari adanya teknologi Augmented Relality (AR) yang membuat seseorang bisa berinteraksi secara virtual dengan orang lain.

Mengenal Istilah Metaverse

Sesungguh Metaversa pertama diperkenalkan oleh Neal Stehenson, beliau telah menciptakan istilah metaverse dan menyebutkan istilah tersebut pada novelnya di tahun 1992 yang berjudul Snow Crash. Istilah metaverse merujuk pada dunia virtual 3D yang dihuni oleh avatar orang sungguhan.

Metaverse adalah internet yang diberikan dalam bentuk 3D. Zuckerberg menggambarkan metaverse sebagai lingkungan virtual yang bisa dimasuki, dengan hanya melihat layar.

Dengan demikian metaverse adalah dunia komunitas virtual tanpa akhir yang saling terhubung. Di mana, orang-orang dapat bekerja, bertemu, bermain dengan menggunakan headset realitas virtual, kacamata augmented reality, aplikasi smartphone dan atau perangkat lainnya.

Facebook sendiri telah meluncurkan software meeting untuk perusahaannya yang disebut Horizon Workrooms dan digunakan dengan headset Oculus VR-nya. Headset yang berharga USD 300 lebih ini membuat pengalaman metaverse paling mutakhir di luar jangkauan orang-orang.

Menurut Zuckerberg, banyak pengalaman metaverse yang akan hadir di sekitar untuk menciptakan kemampuan berteleportasi dari satu pengalaman ke pengalaman lainnya. Perusahaan-perusahaan teknologi harus mencari cara untuk bisa menghubungkan platform online mereka satu sama lainnya.

Dilansir dari Swacom, mengangkat artikel Yusuf Irianto Guru Besar Universitas Airlangga menyebutkan secara konotatif, makna metaverse dapat dinarasikan  sebagai suatu tempat yang berada di luar dunia atau alam semesta yang terdapat dalam dunia maya, namun tersaji dengan nyata. Hal ini sesuai dengan arti awalan “meta” dalam metaverse yang dalam bahasa Yunani bermakna di luar, di seberang, atau setelah/pasca.

Dengan memperhatikan makna konotatif metaverse, secara substansial dan imajinatif selanjutnya dapat dikembangkan Human Resource (HR) atau manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bentuk lebih moderen. Metaverse dalam manajemen HR/SDM berguna untuk pelibatan semua pihak dalam kerangka pencapaian tujuan secara lebih efektif.

Namun, pemahaman masyarakat terhadap metaverse terbatas. Sementara penelitian tentang relasi metaverse dengan manajemen HR/SDM belum dipublikasikan secara masif. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan hakekat metaverse dan penerapannya sebagai ruang kerja virtual dalam bingkai manajemen SDM.

Hakekat Metaverse

Metaverse secara hakiki merupakan sebuah konsep dunia dalam jaringan (daring/online). Melalui jaringan ini setiap orang dapat saling berinteraksi. Selain itu, bagi pihak yang bersepakat dapat pula saling berkolaborasi atau sekadar berkomunikasi secara virtual tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Di masa pandemi saat ini, tanpa disadari sebagian besar anggota masyarakat telah berada dalam aktifitas bernuansa metaverse. Di bidang pendidikan misalnya, siswa atau mahasiswa dan guru/dosen saling berinteraksi secara daring melalui software bermerek dagang Zoom, Google Meet, atau lainnya. Sementara di bidang bisnis, pembeli dan pedagang lebih mudah saling bertransaksi melalui platform digital.

Pada masa pandemi Covid 19 yang lebih dari tiga tahun, diperlukan alternatif cara kerja yang mampu mendukung aktifitas organisasi melalui beberapa alternatif diantaranya adalah Keputusan pilihan cara bekerja dengan empat pilihan, yakni: Pertama, sepenuhnya remote working atau bekerja dari mana saja. Kedua, metode hibrida atau kombinasi, Ketiga, bekerja full-time di kantor. Kemudian alternatif keempat adalah pada saat yang sama karyawan diberi pilihan baru, yakni pengembangan tempat kerja secara virtual di ruang metaverse.

Setelah lebih dua tahun bekerja melalui layar komputer, kantor virtual 3D tampak lebih menarik.

Jika kebijakan jatuh pada pilihan keempat, maka pada saat itulah wajah dan fungsi baru manajemen HR/SDM berada dalam ruang metaverse.

Pengembangan ruang metaverse untuk manajemen HR/SDM, tetap merujuk visi Mark Zuckerberg yang telah disebut di awal. Bahwa teknologi mendukung manajemen HR/SDM di tempat kerja dapat dilakukan, seperti  transformasi Facebook dari sekedar perusahaan media sosial ke dalam format ruang metaverse.

Dengan metaverse, tersedia ruang bagi manajemen HR/SDM. Ruang kerja metaverse bagi manajemen HR/SDM merupakan instrumen setiap orang agar dapat bekerja di ruang virtual yang sama. Dalam situasi ini, semua pihak bekerja dalam realitas virtual yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan tim kerja dalam berkolaborasi, berkomunikasi, dan terkoneksi jarak jauh.

Para pekerja harus selalu terkoneksi dengan internet dalam kehidupan produktifnya. Setiap pekerja harus siap dengan gadgetnya agar selalu terhubung secara seluler. Sementara para penyedia kerja dapat mengakses metaverse melalui ponsel atau komputer.

Fungsi manajemen HR/SDM khususnya dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan dengan menggunakan metaverse memungkinkan setiap karyawan dapat berkumpul guna saling tukar pikiran atau gagasan, mengerjakan tugas, membahas pembaharuan dan target baru untuk setiap tim kerja, sosialisasi kebijakan atau regulasi baru, atau sekadar memanfaatkan waktu melepas lelah bersantai sesama karyawan.

Agar HR metaverse dapat berjalan dengan baik dibutuhkan anggaran sangat besar dalam penyediaan Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) sebagai perangkat pendukung dalam metaverse. AR dan VR merupakan perangkat yang secara teknis berfungsi sebagai jendela memasuki ruang virtual.

Oleh karenanya diperlukan dukungan penuh dari owners dalam bentuk capital budgeting berupa investasi berupa perangkat AR dan VR agar metaverse bisa berfungsi dengan sebaik-baiknya.

Kesimpulan

Dari beberapa uraian terkait dengan HRM/MSDM metaverse sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa HR Metaverse merupakan salah satu komponen yang harus dipersiapkan untuk mendukung HR Trends 2023 dan harus dipersiapkan secara masif dan memerlukan kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence) didukung dengan tehnologi sejalan dengan perkembangan era digital tehnologi.

Referensi:

– Cathy Hackl, March 15, 2021. Making Money In The Metaverse. Forbes. (https://www.forbes.com/sites/cathyhackl/2021/03/15/making-money-in-the-metaverse/?sh=517ee3ea3b43).

– Eric Krell , November 1, 2007. HR Challenges in Virtual Worlds: Manage the risks when employees join virtual communities. Society of Human Resource Management (SHRM). (https://www.shrm.org/hr-today/news/hr-magazine/pages/1107hrtech.aspx).

– Janet Balis, January 03, 2022,  How Brands Can Enter the Metaverse. Harvard Business Review. (https://hbr.org/2022/01/how-brands-can-enter-the-metaverse).

– http://swacoid

Pos terkait