KPK Gelar Kelas Intensif AJLK ‘Satukan Diksi Merawat Negeri’

  • Whatsapp
Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Jakarta, – Kelas Intensif Akademi Jurnalistik Lawan Korupsi 2021 (AJLK) resmi dimulai. Sebanyak 24 peserta dari total 95 peserta yang mendaftar akan mengikuti kelas tersebut selama 8 hari ke depan, yang akan mengulas pemberantasan korupsi serta tantangan pemberantasan korupsi yang dihadapi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di berbagai sektor.

Plt. Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana mengatakan, topik yang akan dibahas dalam kelas diskusi ini mencakup sektor politik, sumber daya alam, kesehatan, serta bagaimana peran pihak swasta dalam pencegahan korupsi,

Bacaan Lainnya

“Sektor-sektor tersebut termasuk yang ditangani oleh KPK di ranah penindakan, serta pencegahan dalam hal perbaikan sistem di kementerian dan lembaga,” Terang Wawan pada pembukaan Kelas Intensif AJLK 2021, Senin (18/10).

Menurut Wawan para peserta juga akan belajar terkait teknik jurnalistik, termasuk mengenai critical thinking, teknis persuasive, serta investigatif, dan materi lain yang mendukung skill serta karya-karya jurnalistik peserta.

Wawan memandang bahwa profesi jurnalis memiliki peran yang sangat penting dalam upaya pemberantasan korupsi. “Tidak hanya sebagai fungsi informasi, tapi juga menjadi fungsi pembelajaran bagi masyarakat dan lebih jauh menjadi feedback sebagai watch dog untuk upaya pemberantasan korupsi,” Jelasnya.

Kelas Intensif AJLK ‘Satukan Diksi Merawat Negeri’ merupakan rangkaian kegiatan dari AJLK 2021. Para peserta yang terpilih akan mengikuti kelas mulai 18 – 28 Oktober 2021 dengan berbagai latar belakang profesi seperti jurnalis, jurnalis warga, komunitas dan akademisi yang berasal dari seluruh Indonesia.

Plt. Kepala Biro Humas Yuyuk Andriati Iskak menyampaikan 5 poin penilaian yang perlu dipenuhi yaitu total kehadiran, komitmen untuk tepat waktu, keaktifan dalam diskusi dalam kelas, diskusi bersama mentor, serta tugas akhir.

“Akan ada beasiswa yang tersedia bagi peserta kelas ketika menyelesaikan tugas akhir. Selain itu, untuk tugas akhir peserta juga bisa mempersiapkan topik dan mendiskusikannya dengan para mentor, serta fasilitator sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir tepat waktu,” Jelas Yuyuk pada peserta.

Dalam Kelas Intensif AJLK ini KPK akan memberikan beasiswa pelatihan berupa uang tunai senilai Rp 4.000.000 untuk 24 peserta terpilih. Setelah pelatihan, peserta diwajibkan menyelesaikan tugas akhir. Tiga peserta dengan tugas akhir terbaik, akan mendapatkan apresiasi berupa uang tunai.

Kepada para peserta Wawan menyampaikan harapannya agar peserta mampu mengikuti kelas intensif dengan baik.

“Kami berharap para peserta bisa mengikuti dengan baik dan aktif berdiskusi dengan para fasilitator dan narasumber. Kami yakin dengan pengalaman yang mumpuni sekitar isu pemberantasan korupsi dari para narasumber, dipadukan dengan kemampuan jurnalistik dari teman-teman, akan hadir karya jurnalistik yang juga berkualitas, sehingga dapat memberikan pengalaman yang utuh bagi masyarakat, tidak hanya Penindakan, namun juga Pencegahan,” Pungkasnya. [BHM – KPK RI]

Pos terkait