KPK – IPB Sepakat Perkuat Kerja Sama Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Jakarta, – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) memperkuat kerja sama dalam upaya pemberantasan korupsi di lingkungan perguruan tinggi. Hal tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Ketua KPK Firli Bahuri dan Rektor IPB Arif Satria di Kampus IPB, Jumat (04/03), yang dilanjutkan dengan kuliah umum bertajuk “Strategi Peningkatan Efektivitas Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi”.

Nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama dalam pemberantasan korupsi secara efektif dan efisien sesuai kewenangan dan kapasitas masing-masing. Firli mengatakan, kerja sama dibutuhkan karena perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan memiliki peran penting dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi dengan menanamkan integritas dan membangun budaya antikorupsi melalui proses pembelajaran di kampus.

Bacaan Lainnya

“Konsep pemberantasan korupsi tidak dapat dibebankan hanya pada satu lembaga apalagi satu orang. Karena itu KPK mengajak semua anak bangsa sesuai visi KPK yaitu bersama masyarakat untuk menurunkan tingkat korupsi untuk mewujudkan Indonesia maju,” Ujarnya.

Ruang lingkup Nota Kesepahaman meliputi pendidikan antikorupsi, perbaikan tata kelola universitas, kajian dan riset antikorupsi, sosialisasi dan kampanye antikorupsi, narasumber dan ahli, serta lingkup lainnya sesuai kesepakatan para pihak.

Dalam kuliah umum Firli tak hanya sekadar menyampaikan kuliah tentang budaya tantikorupsi, tapi juga mengapresiasi beberapa karya inovasi yang dihasilkan dari mahasiswa IPB. “KPK sebagai aparat penegak hukum, ada dua risiko yang harus kita terima yaitu dipuji dan caci maki, tapi yang pasti kita harus menghargai karya bangsa kita sendiri,” Ungkap Firli.

Menangani risiko tersebut Firli menegaskan, tidak ada pilihan lain yang harus dilakukan selain bersama-sama memberantas korupsi. Menurut dia, tidak sedikit contoh negara yang hancur dan jatuh miskin setelah korupsi ‘menggurita’, sehingga tidak dapat memenuhi kewajiban melindungi, menghidupi apalagi memakmurkan rakyatnya. “Karena korupsi telah merusak seluruh tatanan kehidupan dan ancaman nyata kedaulatan negara suatu bangsa,” Ucap Firli.

Kerja sama KPK dan IPB telah berlangsung lama dan intensif dalam berbagai program pendidikan, pencegahan, maupun penindakan.

Di tahun 2018 IPB pernah menjadi tuan rumah pertemuan Majelis Dewan Guru Besar Indonesia (MDGBI) melakukan inisiatif kerja sama dengan KPK melaksanakan Festival Akademia Antikorupsi 2018 yang menghasilkan lima rekomendasi perguruan tinggi antikorupsi. Para Guru Besar IPB melalui Asosiasi Profesor Indonesia (API) menyusun dan menyelenggarakan berbagai kegiatan pelatihan dan sertifikasi penyuluh antikorupsi, narasumber dan ahli, kajian putusan sidang perkara tindak pidana korupsi, diskusi tentang Kampus Merdeka, hingga penyusunan instrumen dan uji coba pengukuran integritas ekosistem pendidikan. [BHM – KPK RI]

Pos terkait