KPK Tanamkan Nilai Anti Korupsi Lewat Dongeng

Foto Dokumentasi
Fungsional KPK Irrene yang menyambut rombongan menyebut, menanamkan nilai anti korupsi pada anak usia dini tidak bisa dilakukan secara langsung.“Butuh pendekatan khusus pada anak usia dini agar nilai anti korupsi bisa ditanamkan. Salah satunya adalah lewat dongeng dan permainan. Itu yang akan kita lakukan hari ini,” kata Iren.

Acara yang dimulai dengan Senam Aku Anak Jujur ini diikuti dengan penuh antusias oleh 25 orang anak berusia 4 tahun dan para guru yang hadir mendampingi. Sebelum dongeng dimulai, salah satu guru pendamping, Sofie mengatakan kegiatan menanamkan nilai anti korupsi antara KB Istiqlal dan KPK sudah pernah berlangsung sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Kerjasama ini bukan sekali ini saja kami lakukan bersama KPK. Sebelumnya pada saat covid terjadi, KPK menjadi partner kami yang memberikan edukasi kepada anak-anak lewat bimbingan belajar nilai anti korupsi secara daring,” ujar Sofie.

Saat dongeng yang diceritakan Febry dimulai, peserta mulai fokus melihat gambar yang tampil di layar monitor besar. Dongeng pertama yang ceritakan Febry adalah Byur, seekor kelinci bernama Osyi yang akan memanen wortelnya. Osyi yang tidak punya keranjang untuk menaruh wortelnya mencoba meminjam keranjang teman-temannya.

“Ternyata teman-teman Osyi tidak ada yang mau meminjamkan keranjangnya. Osyi heran kenapa teman-temannya tiba-tiba tidak punya keranjang. Saat Osyi pulang dan mencari tempat untuk menaruh wortel di gudang, Osyi kaget melihat banyak barang teman-temannya di sana. Osyi berpikir karena dia tidak mengembalikan barang-barang itu, teman-temannya jadi tidak mau meminjamkan keranjang. Teman-teman di sini ada yang meminjam barang teman-temannya tapi tidak dikembalikan?” tanya Febry kepada anak-anak KB Istiqlal.

Pertanyaan Febry disambut dengan teriakan nyaring anak-anak yang jujur mengatakan tidak dan ada yang mengatakan iya. Setelah Dongeng Byur selesai, anak-anak kemudian diajak mengikuti berbagai games, diantaranya mengajak anak bisa memasang baju sendiri yang bertujuan melatih anak mandiri.

Setelah games, Febry melanjutkan kegiatan dengan dongeng Fufu Si ikan yang berani. Dongeng ini menceritakan Fufu yang mendapatkan oleh-oleh rumput laut. Namun Fufu lupa menutup pintu rumahnya karena asik mengunyah rumput laut.

“Mendadak datang ikan barakuda yang ingin masuk dan mencuri di dalam rumahnya. Fufu yang melihat itu langsung berteriak dan dengan berani mengusir si ikan pencuri. Teman-teman di rumah jangan lupa menutup pintu dan harus berani namun harus tetap berhati-hati,” ucap Febry.

Semua kegiatan yang dilakukan sepanjang audiensi ini tersimpan nilai-nilai anti korupsi yang disebut JUMAT BERSEPEDA KK, yaitu Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Adil dan Kerja Keras. [BHM-KPK RI]

Pos terkait