Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW dan Kepemimpinan Masa Depan

Foto Dokumentasi

Oleh: DR. Basuki Ranto

Tanggal 12 Robiul Awal merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam Semua umat Islam di berbagai tempat setiap hari kelahiran Nabi Muhammad SAW selalu memperingati dan mengenang hari kelahiran tersebut dengan berbagai bentuk kegiatan.

Bacaan Lainnya

Begitu sakralnya apa yang disebut “Maulid Nabi” atau di daerah Jawa Tengah dan disekitarnya menyebut dengan “Muludan” ini. Bahkan saking pentingnya tanggal tersebut sehingga Pemerintah menjadikannya hari libur Nasional dengan judul “Maulid Nabi Muhamad SAW”. Istana Negara-pun melaksanakan peringatan Maulid Nabi ini dan menjadikannya acara resmi kenegaraan.

Nabi Muhammad SAW adalah seorang Rasul dan seorang Pemimpin yang tak ada tandingannya. Dalam melaksanakan tugas sebagai pemimpin dalam kerasulannya tidak pernah cacat dan tidak pernah melanggar ketentuan Allah SWT dan karenanya beliau disebut sebagai Uswatun Hasanah yang artinya teladan yang baik.

Gelar tersebut disematkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai laki-laki pilihan Allah SWT yang diutus untuk menyampaikan ajaran Agama Islam. Uswatun hasanah artinya Rasulullah SAW merupakan teladan yang baik untuk seluruh umat Islam.

Hal ini merujuk pada sifat Nabi Muhammad SAW yang menjadi panutan dan teladan umat Islam. Rasulullah SAW merupakan seorang laki-laki pilihan Allah SWT yang diutus untuk menyampaikan ajaran yang benar, yaitu Agama Islam. Di antara sifat-sifat Rasulullah SAW yang tentunya perlu kamu teladani yaitu siddiq, amanah, fathonah, dan tabligh.

Siddiq artinya jujur atau benar. Sifat wajib siddiq ini dapat diartikan bahwa Rasulullah SAW selalu berkata jujur. Baik dalam menyampaikan wahyu yang datangnya dari Allah SWT ataupun dalam perkataannya sehari-hari.

Amanah, adalah dapat dipercaya. Seorang rasul tentunya tidak akan pernah berbohong kepada siapa pun. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), amanah adalah istilah yang dapat dimaknai sebagai kata benda maupun kata sifat. Sebagai kata benda atau nomina, amanah adalah sesuatu yang dipercayakan (dititipkan) kepada orang lain. Semantara itu, sebagai kata sifat atau adjektiva, amanah adalah dapat dipercaya (boleh dipercaya).

Seperti yang disebutkan sebelumnya, arti amanah adalah terpercaya. Sifat ini wajib dimiliki oleh rasul dalam melaksanakan tugas-tugasnya dalam menyampaikan kebenaran.

Fatanah yang berarti cerdas. Seorang rasul adalah manusia pilihan yang memiliki kecerdasan yang tinggi. Hal ini tentunya sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas dari Allah SWT.

Bahkan, Rasulullah SAW menyampaikan ribuan ayat-ayat Al-Quran dan menjelaskan firman-firman Allah tersebut, sehingga dituntut memiliki kemampuan dan kecerdasan sebaik mungkin.

Oleh karena itu, wajar jika Rasulullah mempunyai banyak peran semasa hidupnya, peran sebagai tokoh Islam, pemimpin, pebisnis, panglima perang, hingga politisi.

Sifat wajib rasul lainnya adalah tablig. Rasul harus menyampaikan perintah dan larangan Allah SWT. Tabligh artinya menyampaikan semua kebenaran (wahyu Allah) yang telah diterima kepada umatnya. Tidak  ada sesuatu yang disembunyikan Nabi Muhammad SAW.

Mengutip ‘Kapan Lagi’, berikut gelar yang melekat pada diri Rasulullah:

  1. Al-Amin: Jujur dan dapat dipercaya.
  2. Nabiyur Rahmah: Nabi yang penyayang dan penuh kasih.
  3. Nabiyul Malahim: Nabi yang banyak melakukan perang.
  4. Ahmad: Sangat banyak pujiannya atau Nabi yang dipuji.
  5. Habibullah: Kekasih Allah SWT.
  6. Khatamul Anbiya: Penutup para Rasul.
  7. Basyir: Pembawa kabar baik.
  8. Kamil: Sempurna.

Kepemimpinan Masa Depan

Sebentar lagi Bangsa Indonesia akan memiliki gawe (pekerjaan) besar dan akbar, yaitu Pemilu serentak tahun 2024 yang akan memilih pemimpin mulai Bupati, Walikota, Gubernur dan Presiden-Wakil Presiden yang akan memimpin Daerah dan Negara tercinta Republik Indonesia.

Pemimpin yang baik adalah yang memiliki kepemimpinan yang mampu memiliki peran yang kuat, inovatif, kreatif, kritis, tegas, konsultatif dan solutif.

Hakikat kepemimpinan adalah suatu hal yang melekat pada seorang pemimpin yang memiliki sifat tertentu, seperti kepribadian, kemampuan, dan kesanggupan. (Wahjosumidjo)

Selanjutnya Fiedler menyebutkan, Kepemimpinan merupakan pola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama demi tercapainya tujuan organisasi.

Pemimpin masa depan harus memiliki sifat kepemimpinan yang mampu mengemban tugas dan tanggung jawab pemimpin sejalan dengan perubahan perkembangan jaman dan era digital yang terus bergerak maju.

Kriteria kepemimpinan Rasulullah SAW telah membawa keberhasilan pada jamannya sebagai mana telah diuraikan sebelumnya dan tidak ada yang menandingi karena beliau adalah utusan Allah SWT dan manusia yang sempurna yang tak pernah keluar dari aturan Allah .

Terkait kepemimpinan masa depan yang diperlukan oleh masyarakat Indonesia yang besar ini tentu tetap meneladani kepemimpinan Rasulullah ditambah dan sederet kriteria sejalan dengan tantangan zaman yang terus tumbuh dan berkembang diantaranya adalah :

Pertama: Beriman dan Bertakwa. Hal ini menjadi penting karena seorang pemimpin harus memiliki landasan agama yang kuat dan melaksanakan Ibadah dengan baik sesuai dengan syariat yang ditetapkan.

Kedua: Ber-Integritas. Makna dari Integritas adalah sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran

Ketiga: Jujur adalah suatu sikap untuk menyatakan yang sebenar-benarnya, serta tidak mengucapkan hal-hal yang menyalahi fakta. Kejujuran diperlukan untuk sebuah integritas yang utuh.

Keempat: Ber-wibawa adalah memiliki arti pembawaan untuk dapat menguasai dan mempengaruhi serta dihormati orang lain melalui sikap dan tingkah laku yang mengandung kepemimpinan dan penuh daya tarik. Wibawa akan mendukung integritas pemimpin.

Kelima: Inspiratif, adalah segala sesuatu yang bisa memberi seseorang ilham atau ide dan gagasan yang bernilai.

Keenam: Inovatif, adalah memiliki inovasi dapat diartikan sebagai proses dan/atau hasil pengembangan pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk, proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan.

Ketujuh: Knowledge, dimaksud memiliki kecerdasan dan pengetahuan yang mumpuni sehingga mampu memanfaatkan peluang.

Kedelapan: Komunikatif, yaitu memiliki kemampuan komunikasi yang effektif dan memiliki kemampuan berbahasa yang sifatnya internasional.

Kesembilan: Akuntabilitas, maksudnya adalah seorang pemimpin siap menerima lebih banyak kritikan atas kesalahan daripada pujian atas keberhasilan.

Kesepuluh: Percaya dan optimis Percaya diri ini bisa meliputi kesiapan dalam mengambil keputusan, kesediaan mengambil risiko, dan kepercayaan dalam mengemban tugas tanggung jawab. Sementara optimis adalah sesuatu yang diyakini untuk bisa diwujudkan.

Kesebelas: Transparansi, adalah sikap terbuka terhadap akses informasi yang penting kepada seluruh karyawan menjadi kunci untuk dapat memimpin dan memberi rasa aman kepada semua orang yang dipimpin.

Keduabelas: Komitmen, merupakan sikap batin, janji seorang pemimpin untuk mewujudkan janji-janji yang disampaikan sebelumnya.

Ini barangkali sederet kriteria yang diperlukan kepemimpinan masa depan dan tentu masih memerlukan partisipasi persyaratan lain  untuk menjadi pemimpin yang berhasil diterima dan dicintai masyarakat yang dipimpin.

Barangkali prinsip kepemimpinan Ki Hajar Dewantoro masih bisa relevan digunakan seorang pemimpin yaitu: “Ing ngarso sung tulodo, Ing Madyo mbangun karso, Tut Wuri Handayani” yang hakikatnya kurang lebih seorang pemimpin di depan harus memberi contoh baik dan menjadi suri tauladan, ditengah mendorong menumbuhkan ide-ide kreatif dan dibelakang mengikuti dan mengarah serta memberi pengayoman. [br/jbm]

Pos terkait