Pemkot Jakarta Timur Cari Solusi Banjir Bersama Wilayah Tetangga

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Jakarta, – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar rapat koordinasi terkait evaluasi pengendalian banjir bersama wilayah tetangga, yaitu Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi, di Ruang Rapat Khusus Wali Kota, Gedung Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (10/03).

Rapat Koordinasi ini turut mengundang pihak BBWSCC (Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane), Pemerintah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi dalam rangka mengantisipasi dan mengevaluasi banjir pada tanggal 20 Februari 2020.

Bacaan Lainnya

Anwar menjelaskan, ada beberapa masalah yang menyebabkan terjadinya banjir di 3 Wilayah beberapa waktu lalu, diantaranya  adanya 2 pintu air yang menurut pihak BBWSCC tidak bisa dibuka karena rusak, tidak adanya pompa, dan pendangkalan Kanal Banjir Timur (KBT).

“Kita tidak bisa mengerjakan di zonanya BBWSCC perlu izin dulu, kadang urusan administrasi menghambat kinerja kita sedangkan warga menuntut segera dituntaskan masalah banjir ini,” Ujarnya.

Anwar berharap, BBWSCC bisa segera menyelesaikan permasalahan yang betul-betul penting harus dikerjakan secara prioritas.

“Pada intinya kita pihak Pemkot Jakarta Timur bersama dengan Pemkot Bekasi dan Kabupaten Bekasi siap membantu jika ada izin dari BBWSCC untuk menyelesaikan permasalahan yang menjadi sumber banjir beberapa waktu lalu,” Tegas Anwar.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi, Dicky Irawan, mengatakan, pihaknya menyambut inisiatif yang baik dari Pemkot Jakarta Timur untuk mengevaluasi pengendalian banjir yang melanda beberapa wilayah termasuk Kota Bekasi.

“Menang jika bicara banjir dan saluran tidak bisa dibatasi geografis antar wilayah, jadi memang perlu koordinasi dan kerjasama antar wilayah. Persoalannya memang siapa yang memulai karena adanya keterbatasan peraturan dan undang-undang yang memang kewenangannya ada di BBWSCC,” Ujar Dicky.

Ia menjelaskan, Kota Bekasi memiliki 10 DAS (Daerah Aliran Sungai) yang berbatasan dengan wilayah lain dan crossing (lintasan) Tol.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan, mengatakan, permasalahan yang dirasakan di wilayahnya sama dengan Pemkot Jakarta Timur dan Pemkot Bekasi. Ada beberapa kali yang sudah dilakukan normalisasi sebagian, seperti Kali Blencong, tetapi ada beberapa hal yang berkaitan dengan kewenangan yang tidak bisa dikerjakan.

“Bahkan kalau kita diberikan kewenangan kita mampu mengerjakannya, yang jelas banjir ini harus segera ditangani,” Ujar Iwan.

Sementara itu, perwakilan BBWSCC, Fajar, mengatakan, menanggapi keluhan yang disampaikan oleh Pemkot Jakarta Timur, Pemkot Bekasi dan Kabupaten Bekasi, akan segera disampaikan kepada pimpinan untuk bisa diambil kebijakannya.

“Nanti pimpinan Kami yang akan memutuskan, dan kerjasama apa yang akan dilakukan kedepannya,” Ujar Fajar. [Kominfotik JT/ID]

Pos terkait