Pemkot Jakarta Timur Gelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan PPKM Mikro 

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Jakarta, – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur menggelar rapat koordinasi (Rakor) pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 tingkat RT, di Ruang Pola Lantai II Gedung A Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (11/02).

Rakor yang diikuti secara daring oleh para SKPD/UKPD dan TNI-Polri tersebut menindaklanjuti implementasi Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) yang diterapkan sejak 9 – 22 Februari 2021.

Bacaan Lainnya

Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Hendra Hidayat, berharap pelaksanaan Inmendagri PPKM Mikro ini dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan 5M (Menggunakan masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Mengindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas).

Ini dilakukan, dengan harapan mempercepat menurunnya angka penyebaran Covid-19, terutama dalam memutus penularan di klaster keluarga.

“Dengan itu Lurah dan Camat agar dapat mengoordinasikan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan PPKM ditingkat RT,” Jelas Hendra.

Ia meminta agar para Lurah dapat bersinergi dengan baik mulai dari RT, RW, DKM hingga tokoh masyarakat dan agama, sehingga PPKM Mikro ini dapat tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.

Hendra menyebutkan, berdasarkan laporan yang diterima saat ini, terdapat 5.043 RT zona hijau, 2.534 RT zona kuning dengan 1-5 rumah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 selama 7 hari terakhir. Selain itu, terdapat 6-10 kasus dari 3 RT dengan status zona orange selama 7 hari terakhir.

Alhamdulillah, untuk zona merah di Jakarta Timur nihil,” Paparnya.

Menurutnya, pemberlakuan PPKM Mikro oleh Pemerintah Pusat dapat dibarengi dengan optimalisasi Pengendalian Ketat Berskala Lokal (PKBL) Tingkat RW, yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur untuk menekan angka penyebaran COVID-19. Sebab, saat ini sektor rumah tangga menjadi penyumbang terbesar penyebaran Covid-19.

“Tadi juga kita sampaikan agar juga lakukan monitoring dan evaluasi. Di samping itu juga lakukan woro-woro protokol kesehatan 5M disetiap Jumatnya,” Pungkasnya.  [Kominfotik JT/AJ]

Pos terkait