Pemkot Jakbar Gelar Konvergensi Pencegahan Stunting

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Jakarta, – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar Rakor Konvergensi Aksi 1 Analisa Situasi Penurunan dan Pencegahan Stunting, di Hotel Pullman, Jalan Letjend S Parman, Kelurahan Tanjung Duren Selatan Kecamatan Grogol Petamburan, Rabu (17/02) pagi.

Dibuka Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Jakarta Barat, Amien Haji, kegiatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dan digelar secara offline-online. Peserta offline sekitar 35 orang dari unit terkait, sedang virtual/online diikuti puskesmas, kelurahan dan unit unit lingkungan Pemkot Jakbar.

Bacaan Lainnya

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 17 dan 18 Februari 2021. Hadir Kasudis Kesehatan Jakbar, Kristy Wathini, jajaran Subanppeko dan lainnya. Narasumber A Andika Eka S, Analis Kebijakan Ahli Muda Subdit Kesehatan Ditjen Banda Kemendagri dan Arif Kurniawan, tim tenaga ahli LGCB Ditjen Bina Bangda Kemendagri.

Adkesra Amien Haji mengatakan, Jakarta Barat merupakan salah satu kota di DKI yang ditunjuk pemerintah pusat untuk perwakilan DKI. Diungkapkan, kegiatan tersebut sebelumnya sudah dimulai melalui virtual. “Hari ini aksinya, konvergensi. Hasilnya nanti akan kita bawa sebagai rekomendasi analisa situasi saat ini,” Katanya.

Menurutnya, kelurahan-kecamatan secara bersama perlu membahas dan menyepakati tahapan ini, termasuk enam SKPD/UKPD, yakni Sudis Kesehatan, PPAPP, SDA, Pemdidikan I-II, Sosial dan KPKP untuk memberikan masukan masukan. “Camat dan lurah juga sampaikan kendala yang terjadi di wilayah, kita inventarisir.”

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan tersebut salah satu upaya bersama. “Karena stunting itu mencakup semua, baik dalam lingkungan, warga, fisik dan lain sebagainya, perilaku, itu sangat penting. Harapan kita semua, stakeloder termasuk enam SKPD/UKPD terkait, fokus 2021-2022 harus sudah tuntas di Jakarta Barat,” Ujar Amien.

Ia pun meminta enam SKPD/UKPD terkait proaktif ikut menginventarisir dan harus menjadi indikator utama untuk pembahasan besok/hari kedua kegiatan. “Lokus (lokasi khusus) stunting di Jakarta Barat 11 kelurahan. Tapi berlaku untuk semua kelurahan, dan ini harus ada peningkatan,” Imbuhnya. [Kominfotik JB/Aji]

Pos terkait