Pengelolaan Dana Desa Dipantau Tim Inspektorat

Foto Dok. Tim Dinas Kominfo Pasaman Barat, pembuat aplikasikan pengawasan keuangan desa Pasaman Barat

Barometernews.id | Pasaman Barat, – Agar penatalaksanaan keuangan, melalui ADD (Anggaran Dana Desa) yang diperuntukkan di setiap nagari atau desa, mengacu pada aturan dan ketentuan yang berlaku. Pemanfaatan juga harus dikelola dengan baik dan maksimal.

“Pengawasan terhadap pengelolaan keuangan desa atau nagari, seperti di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas, akuntabilitas penggunaan keuangan negara di tingkat desa atau nagari,” jelas Sekretaris Inspektorat Daerah Pasaman Barat, Juardi Lubis, di ruang kerjanya, Simpang Empat, Kamis (22/9).

Melalui kemajuan arus teknologi informasi, dan penggunaan aplikasi berbasis platform, maka dapat digunakan sebagai bagian dari upaya untuk mempermudah kegiatan pengawasan terhadap penatakelolaan keuangan desa, yang dialokasikan dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), khususnya di 11 kecamatan se Pasaman Barat.

Saat ini, ulasnya, Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) telah ada dan akan mempermudah penatakelolaan keuangan desa, Siskeudes hadir untuk membantu nagari dalam pengelolaan keuangan desa. Sikeudes ini merupakan produk dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan sudah dimulai sejak empat tahun yang lalu.

Sekretaris Inspektorat Pasaman Barat itu, dalam pengawasan keuangan tersebut , ada aplikasi yang bisa dimanfaatkan pada penatakelolaan keuangan, melalui Sistem Pengawasan Keuangan Desa dengan nama Siskeudes. Pada aplikasi ini, tentu ada fitur-fitur khusus diberikan kepada Inspektorat. Karena sesuai Permendagri Nomor 73 Tahun 2020, bahwa yang mengatur kewenangan dan untuk melakukan pengawasan pengelolaan keuangan dan aset desa adalah Badan Pengawas Daerah atau Tim Inspektorat.

Siswaskeudes, ulasnya lagi, merupakan aplikasi yang dikembangkan bersama antara Deputi Bidang Pengawasan Pengelolaan Keuangan Daerah dan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Aplikasi Siswaskeudes digunakan untuk membantu Inspektorat kabupaten/ kota, melaksanakan pengawasan pengelolaan keuangan dan aset desa atau nagari.

Aplikasi ini, terangnya lagi, tentu akan menjadi bahan penilaian dalam pencegahan korupsi terintegrasi yang diinisiasi KPK (Komisi Pengawas Keuangan), sehingga tahun ini nilai Pasaman Barat, untuk pengawasan keuangan desa mudah-mudahan bisa terpenuhi 100 persen.

Atas nama lembaga dan keluarga besar Inspektor Pasaman Barat, tambah Juardi Lubis, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang sudah membantu Inspektorat untuk menjalankan aplikasi Siswaskeudes. Kami merasa terbantu, terutama bagi pengelola keuangan dana desa di setiap nagari atau desa se Pasaman Barat.

Kepala Dinas Kominfo Pasaman Barat, melalui Kabid E-Government dan Aptika, Sunarto, jelaskan, saat ini Sistem Keuangan Desa dan Sistem Pengawasan Keuangan Desa di Pasaman Barat, telah menggunakan sistem online, melalui aplikasi Siskeudes dan Siswaskeudes (Sistem Pengawasan Keuangan Desa) se Pasaman Barat. [gmz/jbm]

Pos terkait