Penggerebekan Yang Dilakukan Oleh Satpol PP Adalah Bagian Dari Penegakkan Perda

Foto Dok. Kasat Pol PP Pasbar, Abdi Surya

Barometernews.id | Pasbar, – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat yang di komandoi Kasat Pol PP Abdi Surya pada Sabtu (16/01) lalu sekitar pukul 00.30 WIB. melakukan penggerebekan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) inisial AM (56) yang diduga berbuat mesum di salah satu hotel di Simpang Empat.

Foto Dokumentasi

Menurut Abdi Surya, penggerebekan tersebut dilakukan berdasarkan laporan dari istri pelaku yang sah, bahkan saat Satpol PP Pasbar melakukan penggerebekan, tim didampingi oleh sang istri sah dari AM.

Bacaan Lainnya

Tim memergoki pelaku Aparatur Sipil Negara (ASN) inisial  AM (56) di kamar hotel saat sedang berbuat mesum dengan seorang perempuan.

Menurut Abdi, memang benar yang bersangkutan adalah seorang ASN pada Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas PU Provinsi Sumbar dan ketika digrebek dalam kamar keduanya tanpa busana.

“Penggerebekan yang juga didampingi sang istri pada Sabtu (16/01) lalu dilakukan sekitar pukul 00.30 WIB, memang saat itu sengaja belum kita informasikan ke Insan Pers agar jangan dulu diekspos, sebab saat itu kita masih melengkapi data dengan memeriksa dan memanggil saksi – saksi dan pihak lainnya,” Jelas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pasaman Barat Abdi Surya didampingi Kepala Bidang Perundang-Undangan Saparuddin di ruangan kerjanya di Simpang Empat, Selasa (19/01) kepada Insan Pers yang tergabung di PerkumpulAn Jurnalis Online (AJO) Pasbar.

Dipaparkan Abdi Surya, peristiwa itu berawal saat istri pelaku inisial MSDA (54) melaporkan ke Satpol PP Pasaman Barat bahwa ada indikasi suaminya akan melakukan perbuatan tak senonoh dengan wanita lain di sebuah hotel.

Menurut sang istri melalui Abdi Surya, bahwa ia sudah membuntuti suaminya sejak dari Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman sampai ke Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat.

Begitu mendapat laporan tersebut anggota Satpol PP dan istri yang bersangkutan turun ke lokasi malam itu juga.

“Tim bersama istri mendapati kebenaran dugaan bahwa suaminya diduga berbuat mesum dengan wanita lain dan AM mengakui perbuatannya dan tidak bisa mengelak lagi,” Terangnya.

Walaupun awalnya AM berupaya mengelabui petugas dengan mengeluarkan sehelai kertas bermerek surat nikah, tetapi surat tersebut setelah diperiksa Satpol PP ternyata palsu, karena tak jelas siapa orang yang mengeluarkannya.

Dan untuk membuktikan bahwa surat itu palsu, tim saat itu juga menghadirkan istrinya,hingga AM tak berkutik lagi.

Menurut Kasad, saat dihadapan petugas AM tidak mau membuat surat perjanjian dan terkesan membangkang, serta ia siap menerima resiko apapun  yang akan terjadi.

“Sebagai tindak lanjut dari perbuatan tak senonoh tersebut, Senin (18/01) AM dan istri sahnya kita panggil, saat itu kita juga telah menasehati dan meminta agar AM mau membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di hadapan istri sahnya, akan tetapi pelaku AM menolak dengan terkesan melakukan pembangkangan,” Terang Abdi.

Melihat sikap AM seorang ASN yang bersikap demikian, Abdi Surya sangat menyesalkan sikap AM tersebut.

“Seharusnya AM sebagai ASN  memiliki moral seorang PNS yang menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat, bukan malah sebaliknya,” Kesal Abdi.

Menurut Abdi Surya, pihaknya akan meneruskan hasil penggrebekan tersebut kepada atasan yang bersangkutan di PSDA Dinas PU Provinsi Sumbar.

“Tugas kita sebagai penegak Perda mengirim laporan kepada atasan bersangkutan, sanksinya tentu atasan ASN yang bersangkutan yang akan memberikannya sesuai dengan Undang-Undang kepegawaian,” Tegasnya.

Pada kesempatan itu juga Abdi Surya berterima kasih akan adanya laporan masyarakat dan keluarga atas dukungan untuk pemberantasan penyakit masyarakat dan maksiat di Pasaman Barat, hal ini sesuai juga dengan visi dan misi Bupati Pasaman Barat.

Selanjutnya pihaknya juga akan memperingati pengelola hotel agar lebih selektif untuk melihat surat nikah pengunjung.

“Jangan tertipu dengan kertas selembar saja, waspadai juga surat nikah bodong alias palsu,” Ujarnya.

Abdi Surya juga  menjelaskan sesuai Peraturan Daerah No 13 tahun 2018 tentang perubahan Perda No 9 Tahub 2017 tentang Keamanan dan Ketertiban Umum yang didalamnya terdapat aturan pemberantasan maksiat dan penyakit masyarakat Satpol PP, berkewajiban untuk memberantas maksiat di Pasaman Barat.

Selain itu menurut Abdi Penggerebekan yang dilakukan oleh Satpol PP adalah bagian dari penegakkan Perda.

Bila dalam operasi penggerebekan ditemukan pasangan yang belum menikah berduaan di kamar hotel, adalah kewenangan petugas untuk menentukan apakah ditemukan adanya tindak pidana pencabulan/ pemerkosaan ataukah tidak.

Kewenangan tersebut bisa meliputi interogasi, cek status catatan sipil, konfirmasi kepada orang tua atau keluarga yang bersangkutan.

Jikalau ditemukan adanya tindak pidana, biasanya didahulukan dengan pembuatan laporan ke petugas, misal orangtua atau keluarga yang bersangkutan tidak berkenan.

Setelah ada pelaporan, maka akan ditindak lanjuti untuk diangkat menjadi kasus dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Untuk pencabulan dapat dikenakan Pasal 290 ayat (2) dan Pasal 294 (I) KUHP sedangkan untuk pemerkosaan dikenakan pasal 285 yang ancaman hukumannya mencapai 12 tahun. Terhadap pelaku juga dituntut ancaman 15 tahun penjara bila korbannya adalah anak anak. [Zoelnasti]

Pos terkait