Pengrajin Ecoprint Lhokseumawe Kebanjiran Pesanan Masker Kain

Inisiator Ecoprint Lhokseumawe Farhan mencoba menjahit Masker Ecoprint. (Dok/TS)

Barometernews.id | LHOKSEUMAWE, – Wabah corona atau Covid-19 di Indonesia dalam beberapa bulan ini sudah semakin memprihatinkan sampai membuat dunia usaha gulung tikar. Bahkan, beberapa pengusaha harus menutup usahanya karena sepi order dan merugi.

Namun hal berbeda dialami Emak- emak Pengrajin yang tergabung dalam Ecoprint Lhokseumawe, binaan Lazismu Lhokseumawe, salah satu lembaga otonom Muhammadiyah itu.

Usaha Emak- emak pengrajin ini yang sempat redup, malah kembali bangkit di tengah Virus Corona kini kebanjiran pesanan.

Dok/TS

“Awalnya kami menjahit Masker untuk keluarga dan kerabat terdekat saja serta anggota Ecoprint. Namun kemudian malah banyak orderan dari berbagai lembaga lokal di Lhokseumawe,

sehingga kami harus menjahit masker dalam sehari 600-1000 masker.” ujar salah seorang pengrajin Dewi Malahayati, Rabu (15/4/2020) saat ditemui di rumahnya.

Berbahan dasar kain corak motif Ecoprint yang juga produksi dari kelompok emak- emak Lhokseumawe.

“Bahan yang kami sediakan dari kain Ekoprint, tapi ada juga bahan langsung dari yang pesan, saya dan teman teman hanya menjahit,

Karena kami menerima berbagai macam model pesanan, Harga di Banderol 13ribu/pcs dan 150rbu/lusin. Untuk jumlah besar harga 11,5ribu/pcs dan 135/lusin, untuk teman-teman tetap ada pemasukan,” jelasnya.

“Saat ini masker berbahan kain sedang banyak dicari karena sesuai himbauan pemerintah untuk memakai masker seiring wabah Virus Covid-19,

karena harga masker di pasaran yang mahal, akhirnya kami berinisiatif membuat sendiri. Bahan yang digunakan Toyobo dan katun,” Lanjut Dewi.

Kini, Emak- emak Ecoprint Lhokseumawe optimistis tetap mampu bertahan untuk orderan orang.

“Melihat banyak yang sudah pesan kepada kami mereka begitu antusias dan semangat teman-teman, kami akan tetap bertahan,” tutup nya. (TS)

Pos terkait