Pentingnya Return On Investment Of Human Capital

Foto Dok. DR. Basuki Ranto

Oleh: DR. Basuki Ranto

Dosen Pascasarjana STIE Mulia Pratama

Bacaan Lainnya

Konsep Human Capital muncul karena adanya pergeseran peranan sumber daya manusia.  Konsep ini muncul dari pemikiran bahwa manusia merupakan intangible asset yang memiliki banyak kelebihan.

Human capital management memiliki fokus untuk menanamkan value kepada sumber daya manusianya, di mana kita tidak mendapatkan itu dari human resource.

Human capital merupakan investasi dalam bentuk non finance yang diharapkan mampu untuk mengkreasi nilai yang terus menerus dan merupakan sebuah keunggulan korporasi yang akan digunakan dalam persaingan bisnis.

Sebagai sebuah investasi maka selayaknya harus diukur seberapa besar kemampuan untuk menghasilkan keuntungan (return) yang mampu mengembalikan investasi tersebut dalam Jangka panjang.

Return yang dihasilkan tersebut harus dioptimalkan karena terkait dengan kebutuhan pengembalian investasi  dalam bentuk non finance tersebut, karena human capital merupakan kombinasi antara kompetensi dengan komitmen .

Untuk mengukur tingkat return dalam konsep finance secara umum dihitung melalui Return On Investemen (ROI) dan Return On Asset (ROA) yaitu membandingkan antara keuntungan (Profit Margin) dengan total investasi atau total asset  yang digunakan.

Namun demikian Return On Investment Human Capital (ROIHC) dengan tetap menggunakan parameter pendapatan yang dihasilkan dari nilai sebuah Human Capital, yang selanjutnya akan dibahas dalam uraian berikutnya.

Konsep ROIHC dan Perhitungannya

Return On Investment Human Capital (ROIHC) adalah merupakan gambaran tingkat keuntungan yang mampu dihasilkan dari Human Capital Value yang merupakan keseluruhan nilai pengetahuan, kreatifias, pengalaman yang dimiliki untuk menghasilkan inovasi dalam mewujudkan nilai baik barang atau jasa yang dihasilkan dari sebuah investasi untuk sebuah Human Capital.

ROI atau Return On Investment adalah suatu indikator ukuran kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi atau profitabilitas investasi atau membandingkan efisiensi sejumlah investasi yang berbeda.

Dalam hal ini, ROI dapat mengukur secara langsung jumlah laba atas investasi tertentu dibandingkan biaya investasi.

Untuk menghitung ROI, keuntungan (atau kembalinya) investasi dibagi dengan biaya investasi. Hasilnya, dinyatakan sebagai persentase atau perbandingan.

Dalam buku The ROI of Human Capital Jac Fitz-enZ (2009:45) mengungkapkan dorongan untuk mengukur human capital ini merefleksikan perubahan peran manajemen sumber daya manusia dari peran administratif menjadi partner bisnis yang strategis.

Selanjutnya disebutkan ROI atau Return on Investment adalah suatu indikator ukuran kinerja yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi atau profitabilitas investasi atau membandingkan efisiensi sejumlah investasi yang berbeda.

Dalam hal ini, ROI dapat mengukur secara langsung jumlah laba atas investasi tertentu dibandingkan biaya investasi.

Untuk menghitung ROI, keuntungan (atau kembalinya) investasi dibagi dengan biaya investasi. Hasilnya, dinyatakan sebagai persentase atau perbandingan.

Selanjutnya dijelaskan ROIHC adalah matriks human capital yang mengevaluasi dan mengukur seberapa besar investasi dan seberapa lama waktu pengembalian investasi terhadap human capital yang terdapat dalam sebuah organisasi.

ROIHC bermanfaat untuk mengukur efektivitas kebijakan terkait human capital agar manajemen mampu mengembangkan strategi terkait kebijakan human capital.

ROIHC dapat dihitung dengan membagi total keuntungan (profit) perusahan dengan total investasi di human capital.

Unsur-unsur yang perlu dipertimbangkan dalam ROIHC adalah:

(1) Rasio turnover

Rasio ini diperlukan untuk mengetahui perputaran yaitu masuk dan keluarnya pegawai dalam organisasi sehingga dapat diketahui apakah pegawai tersebut betah dan lama bekerja diperusahaan.

Untuk menghitungnya digunakan Rumus rasio turnover adalah:

% Ratio Turnover = Jumlah Karyawan Dalam Sebulan : Mean Jumlah Karyawan x 100

(2) Biaya pelatihan

Karyawan baru biasanya diperlukan berbagai macam pelatihan terkait dengan bidang pekerjaan maupun yang sifatnya umum sehingga diperlukan biaya pelatihan karyawan baru dan biaya onboarding.

Pelaksanaan onboarding yang berhasil akan mengurangi biaya perekrutan dan pelatihan karyawan serta dapat membantu mengurangi ratio turnover.

(3) Tingkat kepuasan karyawan (Employee Satisfaction)

Kepuasan pegawai perlu menjadi bagian yang harus dipersiapkan agar terjadi keseimbangan antara kepuasan pelanggan dan kepuasan pemilik. Biasanya, data kepuasan karyawan yang dikumpulkan melalui survei ialah indikator moral dan budaya perusahaan. Karyawan yang puas akan  berpengaruh kepada retensi: betah bekerja lebih lama, lebih produktif, dan melakukan pekerjaan yang lebih baik.

(4) Kehadiran (Attandance)

Sekalipun saat ini pola kerja sudah menggunakan model hybrid dan tidak harus dikantor, namun tingkat ketidak hadiran karyawan perlu menjadi perhatian sebagai sebuah ukuran sederhana untuk memahami berapa banyak karyawan yang tidak hadir (tidak menjalankan aktifitas) Karena ketidakhadiran tersebut berpengaruh terhadap pengerjaan tugas dan menjadi indikator ketidakpuasan karyawan.

(5) Learning and Development (L&D)

Bobot Anggaran untuk L&D menjadi bagian penting yang harus disiapkan secara terencana dan berkelanjutan serta terus dievaluasi manfaatnya.

Untuk menghitung ROI pelatihan dapat digunakan Rumus dengan formulasi  sebagai berikut:

ROI = ((Manfaat Moneter – Biaya Pelatihan) : Biaya Pelatihan) x 100%

Kesimpulan

Dari beberapa uraian sebagaimana telah dibahas sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Pertama: Human Capital merupakan modal bentuk non finance atau sering disebut modal insani yang berupa manusia namun bukan sebagai pegawai akan tetapi harus bisa diperhitungkan dalam bentuk saham.

Kedua: Human Capital memiliki value yang akan menentukan kinerja perusahaan karena memiliki pengetahuan, kreatifitas, inovasi dan mampu menciptakan nilai (create value) yang memiliki keunggulan (advantage).

Ketiga: Pengeluaran-pengeluaran untuk knowledge, L&G  dan sejenisnya harus dianggap sebagai investasi yang harus diukur keberhasilan dan tingkat pengembalian dengan menggunakan Pola ROIHC serta mempertimbangkan faktor lain yang terkait dengan hal tersebut. (02032023b@s) [jbm]

Referensi:

Jac Fitz-ENZ, The ROI of Human Capital-Measuring the economic value of Employee Performance, Amazom:2009

Hall ,Bradley : The New Human capital strategy, Amacom 2008

Pos terkait