Perbaikan Turap Kali Baru dan Pembangunan Puskesmas Diusulkan Musrenbang

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Jakarta, – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur digelar dengan dibuka secara daring oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, M. Anwar, dari Ruang Rapat Khusus Lantai II, Blok A, Kantor Walikota Jakarta Timur, Senin (31/1/2022).

Musrenbang Kelurahan Gedong dipimpin langsung oleh Lurah Gedong, Nunung Siti Cholimah, membahas usulan-usulan warga bersama para Suku Dinas terkait, yang juga diikuti Camat Pasar Rebo, Mujiono, dan Dewan Kota Kecamatan Pasar Rebo, Dani Taufiq di Kantor Kelurahan Gedong.

Bacaan Lainnya

Lurah Gedong Nunung Siti Cholimah menjelaskan, total usulan warga dari 12 RW dan 117 RT terangkum dalam Musrenbang Kelurahan Gedong sebanyak 131 usulan, dengan rincian 96 usulan fisik, 6 usulan nonfisik, dan 29 usulan barang, dengan total anggaran Rp27 miliar.

Nunung menyebutkan, usulan didominasi dengan kegiatan fisik seperti perbaikan jalan, saluran, pengadaan lampu dan sebagainya.

“Usulan yang sangat prioritas ialah yang berada di Kali Baru dan sudah bertahun-tahun belum ada perbaikan. Turap Kali Baru di RW 09 Kelurahan Gedong sudah longsor dan dikuatirkan akan membelah jalan, panjangnya kurang lebih 100 meter,” Jelas Nunung.

Ia berharap, dalam Musrenbang ini, permasalahan yang ada di Kelurahan Gedong dapat ditangani ndan terselesaikan.

Sementara itu, Dewan Kota Kecamatan Pasar Rebo, Dani Taufiq, mengatakan, selain usulan fisik untuk pembangunan saluran dan jalan, terdapat permintaan warga untuk pembangunan Puskesmas Kelurahan Gedong.

“Sebetulnya pembangunan Puskesmas Kelurahan Gedong sudah di tahun 2022 ini sudah masuk tahap perencanaan pembangunan. Saya mohon bantuannya kepada Bapak Wali Kota Jakarta Timur bersama rekan-rekan Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta untuk direalisasikan,” Ujar Dani.

Ia menyebutkan, sejak tahun 1970-an warga Kelurahan Gedong tidak mempunyai Puskesmas Kelurahan. Dani berharap lahan Dinas Pendidikan DKI Jakarta seluas sekitar 500 meter persegi bisa digunakan untuk pembangunan Puskesmas, agar warga tidak jauh berobat ke wilayah lain. [Kominfotik JT/JS]

Pos terkait