Project Management Office Pariwisata Sumbar Akan Melibatkan Banyak UMKM

  • Whatsapp
Foto Dok. Tim PMO saat foto bersama

Barometernews.id | Padang, – Ketua PMO Pariwisata Sumbar, Iswandi Said mengatakan Project Management Office (PMO) Pariwisata ini sangat membantu Pemprov Sumbar dalam memulihkan ekonomi dari sektor wisata.

Dikatakannya, PMO Pariwisata Sumbar lahir berawal dari adanya pertemuan sejumlah Kepala Daerah Sumbar dengan Menteri BUMN Erick Thoir yang di prakarsai oleh anggota DPR RI, Andre Rosiade pada 30 Maret 2021 lalu.

Bacaan Lainnya

Hingga akhirnya spontan Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo meminta kesediaan dirinya menjadi ketua PMO Pariwisata Sumbar.

“Tentu ini suatu penugasan kehormatan bagi saya sebagai putra daerah. Karena juga bisa membuat legacy (warisan) untuk saya sebagai orang Sumbar,” Ucap Iswandi.

Dari sinilah akhirnya Tim Kementerian BUMN melalui Project Management Office (PMO) Pariwisata Sumbar yang akan melibatkan banyak UMKM. Sebab PMO ini adalah sinergi BUMN dengan semua Pemerintahan Daerah (Pemda) yang ada di Sumbar, apalagi didukung Dinas Pariwisata dengan membuat bundling (paket bersama) pariwisata.

Setelah didiskusikan dengan Kadis Pariwisata Sumbar, Novrial Rajo Mangkuto dan disepakatilah 19 destinasi wisata yang akhirnya dijadikan lima destinasi super prioritas seperti; 1. Mandeh di Pessel, 2. Sawahlunto, 3. Bukittinggi, 4. Payakumbuh, 5. Pariaman.

Dari lima daerah prioritas tersebut dibuatlah Bundling atau Paket Bersama Pariwisata PMO terdiri sejumlah BUMN seperti PT Semen Padang, PT Bukit Asam, PT KAI, Pelindo II, Angkasa Pura II dan Hotel Indonesia Natour.

Tugasnya membundling paket wisata yang menarik, baik keluarga, edukasi atau bisnis lain. Ditargetkannya untuk menambah destinasi wisata internasional di Sumbar, 1 Desember 2021, PMO Pariwisata Sumbar sudah bisa memberikan program kerja yang dikaitkan dengan kalender event Sumbar.

“Jadi pada 2022 kita sudah punya Calender of Event Sumbar yang bersinergi dengan BUMN,” Jelas Iswandi yang juga Direktur Utama Hotel Indonesia Natour ini saat kunjungannya ke Sumbar Jumat (24/09) lalu.

Iswandi mengatakan berkat adanya pertemuan kepala daerah Sumbar dengan Menteri BUMN yang diinisiasi oleh Andre Rosiade lahirlah PMO hingga mereka dari BUMN bisa berpartisipasi membangun perekonomian Sumbar di tengah pandemi COVID-19 ini.

Beberapa pekan setelah SK PMO keluar, katanya, dibuatlah tiga sub tim PMO Pariwisata Sumbar. Pertama, subtim perekonomian pariwisata Sumbar, subtim optimalisasi aset-aset BUMN di Sumbar dan sub tim legalitas.

“Karena ada beberapa aset yang perlu diselesaikan legalitasnya, khususnya di Sawahlunto,” Terangnya.

Dikatakannya PMO Pariwisata Sumbar memiliki waktu kerja sampai 31 Desember 2021. [Zoelnasti]

Pos terkait