Ratusan Nakes Vaksinasi Massal Covid-19 di Kantor Wali Kota Jakbar

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Jakarta, – Vaksinasi massal Covid-19 yang digelar di ruang Ali Sadikin, kantor wali kota Jakarta Barat Jalan Raya Kembangan no 2, Ahad (31/01), diikuti ratusan tenaga kesehatan (nakes).

Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudiskes) Jakarta Barat, Kristy Wathini, mengatakan baksos vaksinasi massal Covid-19 untuk nakes serentak digelar hari ini di lima wilayah kota se DKI Jakarta. Kegiatan tersebut untuk meningkatkan cakupan vaksinasi bagi nakes yang rata rata masih di bawah 52 persen dari target.

Bacaan Lainnya

Di Jakarta Barat, saat ini cakupannya sekitar 56,98 persen dari total target 22.000 vaksinasi nakes. Pada vaksinasi pertama mencapai 11.031 dan vaksinasi kedua 1.587. Sedang untuk target vaksinasi di Jakarta Barat hari ini sebanyak 446 peserta. “Target hari ini adalah 446 nakes, terdiri dari tenaga kesehatan medis dan penunjang, artinya administrasi yang di faskes masing masing,” Sebut Kristy.

“Untuk hari ini jumlah petugas kesehatan yang bertugas kurang lebih 50 orang, ditambah peserta 446. Mereka mendaftar melalui bit.ly/daftar_nakes (link resmi Dinkes DKI) dan telah mendapat email konfirmasi terkait tempat dan jam yang harus didatangi.”

Jadi, sambung Kristy, vaksinasi massal Covid-19 hari ini di Jakarta Barat untuk meningkatkan cakupan yang masih 56 persen dari total target 22 ribu. “Sasaran itu juga masih berubah-ubah, karena nakes nakes yang di swasta baru di akhir akhir mereka mau mendaftar. Jadi angka sasarannya masih berubah-ubah,” Jelasnya.

Diungkapkan, sebelumnya di Jakarta Barat telah dilaksanakan vaksinasi Covid-19 bagi nakes di delapan kecamatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit. “Ada kurang lebih 72 pos vaksin,” Sebut Kristy. “Ibu Kepala Dinas menginstruksikan baksos vaksin hari ini, dan mulai inisiasinya kemarin. Untuk Jakarta Barat 446 dan se DKI sekitar 1.700 an.”

Kristy menjelaskan, vaksinasi massal Covid-19 tahap awal ini diperuntukan bagi nakes dan penunjang. “Nanti setelah itu dilanjut untuk pelayan publik, seperti camat, lurah dan lainnya, sekitar Februari akhir sampai Maret,” Katanya.

Lebih lanjut ia menambahkan, vaksinasi sebagai salah satu upaya intervensi untuk menurunkan kasus Covid-19. “Kita tahu di Jakarta Barat dulu peningkatannya 100-200 kasus per hari, sekarang sudah sampai 600 kasus per hari. Dengan adanya vaksinasi ini diharapkan ada penurunan kasus aktif,” Tutur Kristy.

Ia pun merinci, hingga hari ini kasus konfirmasi Covid-19 di Jakarta Barat mencapai 36.725 dengan kasus aktif sekitar 4.100, terdiri atas 852 dirawat dan 3.262 isolasi mandiri. “Jadi, kurang lebih yang masih kasus aktif sekitar 4.100, dan yang meninggal 833,” Pungkas Kristy. [Kominfotik JB/Aji]

Pos terkait