Rumah Singgah Pasien M. Ihpan Warga Pasbar di Padang Butuh Perhatian !!

Foto Dokumentasi

Barometernews.id |Pasbar, – M. Ihpan salah seorang Anggota DPRD Prov. Sumbar dari PKS dapil IV Pasaman Barat beberapa tahun lalu telah menyiapkan Rumah Singgah Pasien (RSP M. Ihpan) yang berlokasi Jl. Dr. H. Abdullah Ahmad No. 17 Sawahan Kecamatan Padang Timur Kota Padang.

Di mana pengelolaan operasional Rumah Singgah M Ihpan ini dipercayakan kepada Riki Harianto sebagai Ketua Pengelola, Riki dibantu oleh beberapa orang mahasiswa Pasbar lainnya yang sedang menuntut ilmu di Padang, mereka adalah bagian dari relawan KolaborAksi Kemanusiaan Pasaman Barat (KKPB).

Bacaan Lainnya
Foto Dokumentasi

Rumah Singgah Pasien tersebut dalam beberapa tahun belakangan ini terus kebanjiran keluarga pasien yang dirujuk atau yang akan berobat ke Padang, meskipun pernah terhenti beberapa saat karena dampak pandemi Covid-19 di tahun lalu, kini RSP ini terus berusaha melakukan berbagai upaya dan inovasi program dalam rangka menjalankan peran sosial demi meringankan beban ekonomi bagi keluarga kurang mampu dari Kabupaten Pasbar apabila ada keluarganya yang dirujuk atau berobat ke rumah sakit yang ada di kota Padang.

Terbaru, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Ketua Mata Rakyat Pasaman Barat Peduli (MRPB.P) Mon Eferi, kepada Barometernews.id menyampaikan bahwa kondisi Rumah Singgah Pasien (RSP) tersebut saat ini sudah melampaui kapasitas,

” Bad News ! RSP M. Ihpan Overcapacity,” Ujar Mon Eferi.

Seperti yang diceritakan Mon Eferi kepada Barometernews.id di Latifa Jalur 32 Simpang Empat Selasa, ( 09/03) kemarin, hingga sampai pagi ini sudah 10 pasien yang terpaksa ditolak pengurus RSP M. Ihpan karena sudah kelewat penuh. Sementara ada juga pasien yang membawa anggota keluarga lainnya, sehingga terpaksa ditolak pengurus RSP.

Kondisi Rumah singgah pasien yang penuh sesak ini sebenarnya sudah cukup lama, sehingga keluarga pendamping pasien terpaksa tidur berdesakan.

Kondisi ini tentunya sudah tidak layak lagi, namun terpaksa dijalani, karena menyewa kamar losmen keluarga pasien tak mampu sebab hal itu akan menambah pengeluaran, sementara untuk biaya pengobatan saja belum tercukupi.

Menurut Mon Eferi sementara pasien terus berdatangan dengan keluarga pendampingnya.  “Tak mungkinlah mereka disuruh bergiliran tidur,” Ujar Mon Eferi.

Umumnya pasien yang menginap di RSP M. Ihpan ini dari keluarga tak mampu berasal  dari Kabupaten Pasaman Barat.

Ditambahkannya lagi, memang ada Rumah singgah sejenis lainnya yang cukup lapang karena penghuninya tak banyak, tapi RSP tersebut hanya dikhususkan menampung pasien dari nagari tertentu saja. Dengan kata lain RSP itu tidak menerima pasien dari Nagari lainnya, meskipun sama-sama dari Pasaman Barat. “Tentu kita tidak bisa pula memaksakan agar RSP tersebut membuka pintu untuk pasien dari nagari lainnya di Pasbar,” Ujar Mon.

Ketua MRPB P. Mon Eferi yang juga di dampingi Ketua KolaborAksi Peduli Kemanusiaan Pasbar, Decky H.Sahputra meminta saran dan pendapat atau solusi kepada masyarakat khususnya warganet yang tergabung di Group FB MRPB untuk bagaimana mengatasinya. ” Nah, bagaimana solusinya ini menurut warganet Pasaman Barat ?” Tanya Mon.

Ketua MRPB P dan Ketua KolaborAksi Peduli Kemanusiaan Pasbar, (Duet Mon Eferi dan Decky H. Sahputra) sangat berharap adanya perhatian, dan solusi atau bantuan dari seluruh masyarakat yang peduli, baik dari para anggota DPRD Pasbar, Donatur termasuk Pemkab Pasbar cq Dinas Sosial, Baznas Pasbar dan para pejabat lainnya yang ada di Pemkab Pasbar.

“Relawan sudah berbuat banyak tanpa gaji, atau berharap jasa, kecuali Ridho Ikhlas hanya karena Allah SWT. mereka sudah menjalankan tugas yang seharusnya dilaksanakan oleh pemerintah. Jangan biarkan ini menjadi beban Relawan semua. Relawan sudah terlalu banyak berkorban. Jangan tambah lagi beban mereka,” Terang Mon Eferi dan Decky.

Berbagai tanggapan dan harapan masyarakat kepada petinggi Kabupaten Pasbar agar hal ini menjadi perhatian serius dan pihak pemerintah bersama DPRD Pasbar dapat mencarikan solusi terbaiknya.

Yusman salah seorang pegiat Sosial di MRPB menyarankan untuk jangka panjang bagaimana agar ditambah ruangannya ataupun dicari rumah baru yang lokasinya tidak berjauhan dengan lokasi sekarang. Sedangkan untuk biaya menurutnya MRPB P dan KolaborAksi Peduli Kemanusiaan mengajukan anggaran ke dinas terkait yang ada di Pasaman Barat.

Menurut Mon Eferi saran dan masukan dari Yusman, idenya sangat bagus,  tapi sejauh ini kepedulian dari dinas terkait masih jauh dari harapan.

Mon Eferi juga menyarankan dengan harapan semoga Bupati Pasbar yang baru saat ini, akan mampu mencarikan Solusi terbaik, “Semoga masalah RSP M Ihpan ini menjadi perhatian khusus beliau,” Harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Santo Caniago, menurutnya Bupati Pasbar, Hamsuardi dan Wakil Bupati Pasbar, Risnawanto jauh sebelum menjabat saat ini juga sudah tahu tentang permasalahan RSP M. Ihpan ini, makanya Santo yakin sesuai Visi Misi beliau kemarin  antara lain juga memfokuskan tentang kesehatan keluarga kurang mampu maka pemimpin baru Pasbar bisa mencarikan solusinya.

Sementara Ketua KolaborAksi Peduli Kemanusiaan Pasbar, Decky H.Sahputra saat di minta masukannya terkait dengan program rumah singgah pasien ini mengatakan, bahwa ia bersama rekan -rekan relawan yang tergabung di KolaborAksi Kemanusiaan dalam waktu dekat akan duduk bersama berupaya untuk memberi masukan dan solusi kepada Bupati Pasbar yang baru.

Menurutnya upaya mengatasi atau mencari solusi tersebut harus duduk bersama dengan pemimpin Pasbar saat ini, ia yakin Bupati dan Wakil Bupati saat ini adalah pemimpin yang merakyat dan mengerti tentang kondisi rakyatnya.

Adapun saran atau ide yang akan mereka sampaikan nantinya adalah bagaimana agar Baznas ikut ambil bagian dari sebuah upaya dalam ikut membantu meringankan beban keluarga pasien warga Pasbar yang dirujuk atau berobat ke rumah sakit yang ada di kota Padang.

“Hendaknya program perluasan atau penambahan rumah singgah pasien ini Baznas ikut ambil peran dalam meringankan beban keluarga yang sedang mengalami kesulitan, baik dari sisi ekonomi maupun penginapan saat rawat jalan atau kontrol ulang ke kota Padang,” Papar Decky.

Menurutnya. Baznas harus tampil ikut bagian dalam memprogramkan pendistribusian Dana Baznas ke RSP ini, sebab kalau ini terealisasi, maka Pemkab Pasbar melalui Baznas telah mampu mengangkat salah satu tujuan pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan melalui kesehatan.

Dikatakan Decky, bila program ini menjadi salah satu yang direalisasikan oleh Baznas Pasbar, tentu dampak manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat. “ini seharusnya sudah menjadi salah satu yang diprogram oleh Baznas Pasbar ke depan, sebab ini yang langsung menyentuh, sembari Baznas berjalan dengan programnya, kita juga berharap semoga aparatur pemerintah daerah dan orang-orang mampu agar lebih tergugah lagi hatinya untuk meningkatkan pembayaran zakat mereka melalui Baznas, terang Decky.

Decky bersama Mon Eferi dan para relawan yang tergabung di KolaborAksi Peduli Kemanusiaan Pasbar sangat berharap layanan ini dapat dimasukan menjadi salah satu program kerja di Baznas Pasbar. Meski tidak tidak sepenuhnya walau sedikit, tapi dapat meringankan beban ekonomi dan beban mental masyarakat Pasbar yang kebetulan salah seorang anggota keluarganya sedang ditimpa sakit.

“Semoga dengan adanya program Baznas Pasbar ikut ambil bagian dalam menangani Rumah singgah pasien ini, walaupun sedikit tapi manfaatnya dirasakan dan dapat meringankan beban ekonomi maupun beban mental saudara kita yang membutuhkan,” Terang Decky yang juga didampingi Mon Eferi di Latifa 32 Simpang Empat.

Rekening MRPB Peduli : BRI 0615-0100-8410-531

#BersamaKitaBisa #BerbagiTakPernahRugi #MRPB_PEDULI #KolaborAksiKemanusiaanPasamanBarat

[Zoelnasti]

Pos terkait