Sebanyak Rp. 3,8 M Uang Gratifikasi Dugaan Proyek RSUD Dikembalikan

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Pasbar, – Sebanyak Rp. 3,8 M yang merupakan Uang Gratifikasi dugaan proyek RSUD Pasbar dikembalikan, hal tersebut disampaikan oleh Kejaksaan Negeri Pasaman Barat saat mengumumkan adanya dugaan gratifikasi pada proyek pembangunan RSUD Pasaman Barat tahun 2018-2020.

Foto Dokumentasi

Uang sebanyak 3,8 miliar tersebut dikembalikan oleh pihak keluarga beserta tim kuasa hukum tersangka HM, pada Selasa (23/8) sekitar pukul 11.30 wib.

Kepala Kejari Pasaman Barat, Ginanjar Cahaya Purnama mengatakan, selama tahap penyidikan, pihaknya mendapatkan temuan adanya dana gratifikasi atau suap di Proyek Pembangunan RSUD Pasaman Barat.

Menurutnya, terduga HM melakukan suap untuk meloloskan PT. MAM sebagai rekanan proyek.

“Untuk meloloskan PT. MAM tersangka HM melakukan suap sebesar 4,5 miliar, jika terealisasi maka HM akan diberikan uang sebesar 11,5 miliar,” Terang Ginanjar.

Ginanjar menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh pihak keluarga HP yang telah mengembalikan uang suap tersebut sebesar 3,8 miliar.

Namun menurutnya, hal tersebut tidak akan menghapus tindak pidana yang telah dilakukan tersangka.

“Ini merupakan suap, bukan kerugian negara, juga pengembalian uang tersebut tidak akan menghapus tindak pidananya,” Jelasnya.

Ginanjar menjelaskan, uang yang telah dikembalikan disimpan dan dititipkan di rekening sementara Bank BRI Kejaksaan Negeri Pasaman Barat.

Ginanjar menambahkan, Uang tersebut merupakan gratifikasi dan belum termasuk kerugian Negara di fisik pembangunan proyek.

“Kami minta kepada semua pihak yang terlibat untuk mengembalikan sisa uang suap tersebut, termasuk kerugian fisik sebesar 20 Miliar yang belum ada pengembalian,” Ungkapnya.

Sesuai dengan yang telah diberitakan oleh berbagai media, sebelumnya Kejaksaan Negeri Pasaman Barat telah menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi RSUD Pasaman Barat.

“Hingga kini, kita masih terus melakukan pendalaman kasus dan pemanggilan saksi,” Tutupnya. [Zoelnasti]

Pos terkait