Sejumlah Relawan Sosial di Aceh Barat Galang Dana untuk Renovasi Rumah Ibu Syarifah

Dok/Win

Barometernews.id | Aceh Barat, – Kisah penemuan rumah janda, anak yatim dan fakir miskin yang tidak layak huni seakan tidak pernah hilang dari peredaran media sosial netizen di Aceh. Senin, 14/04.

Baru-baru ini, sejumlah relawan sosial di Aceh Barat melakukan penggalangan donasi untuk program renovasi rumah Ibu Syarifah, janda kurang mampu dari Kec. Arongan Lambalek Aceh Barat.

Dok/Win

Pengumpulan dana berlangsung mulai Senin, 13 April 2020. Dalam waktu dua hari, dana yang sudah terkumpul sebesar Rp 6.600.000,- (Enam Juta Enam ratus Ribu Rupiah). Bagi para dermawan yang ingin menyalurkan donasi dapat dikirimkan ke
Nomor rek : 0288053689
BNI Atas nama : Aduwina. Atau mendatangi langsung kediaman Ibu Syarifah.

Bukti transfer dapat dikirim ke WA : 082166725955 (Aduwina). Saya akan melaporkan setiap dana masuk secara Transparan. Berhubung Rekening Khusus untuk donasi Belum ada. Kedepan akan kami siapkan. Kata Aduwina Pakeh melalui laman facebooknya.

Ibu Syarifah, single parent yang menghidupi 4 orang anaknya di sebuah gubuk (belum layak disebut rumah), yang bila malam tiba, ibu dan ketiga anaknya tidak bisa bermalam dirumah tersebut, harus menumpang tidur dirumah neneknya.

Hanya Safrizal, anak tertuanya yang saban malam menginap di rumah tersebut seorang diri. Saf memiliki riwayat sakit, namun dia sebagai anak tertua tetap bekerja untuk membantu Ibunya memenuhi kebutuhan keluarga, pekerjaan Saf hanya sebagai pemanjat kelapa. Rasanya memiliki impian tinggal dirumah yang layak masih jauh bagi mereka.

Wahyu, anak kedua Ibu Syarifah saat ini masih kelas X SMK Arongan Lambalek, dia anaknyang rajin, setiap hari sepulang sekolah ikut abangnya mengupas kelapa. Hasil dari pekerjaannya itu belum cukup untuk memenuhi impian sederhananya memiliki sepatu, tas dan pakaian seklolah yang bagus, apalagi untuk sepeda. Selama ini pergi ke sekolah dijemput oleh Pak Isma Yadi, guru kelasnya.

Seluruh pendapatan Ibu Syarifah dan Anak tertuanya yang sangat terbatas itu dihabiskan untuk membiayai sekolah ketiga anaknya dan untuk makan sehari-hari. Akibatnya, perempuan tua itu harus pasrah tinggal dalam rumah kayu yang sudah penuh lubang di mana-mana.

Dinding rumah yang penuh lubang itu membuat angin dingin menerobos dengan leluasa pada malam hari atau saat hujan angin menerpa desa tempat Syarifah tinggal. Namun, Ibu Syarifah tak bisa berbuat banyak.

Kisah nasib Ibu Syarifah dan keempat anaknya itu awalnya diunggah seorang netizen, Aduwina Pakeh, di laman Facebook-nya. Setelah itu, donasi mulai berdatangan, dan dana pun terkumpul untuk digunakan memperbaiki rumah tersebut.

“Kami ingin merehab rumah itu. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 20 – 25 juta. Kita belum dapat konfirmasi apakah dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan membangun rumah untuk Ibu Syarifah itu. Jadi, sebelum ada bantuan resmi dari pemerintah, kita melakukan penggalangan dana untuk renovasi rumah tersebut.

Aduwina Pakeh, inisiator penggalangan dana renovasi rumah Ibu Syarifah melalui media ini mengharapkan donasi dari para dermawan dimana pun berada. Karena donasi bapak/ibu sangat bermanfaat bagi Ibu Syarifah berapapun nilainya.

“Saya juga mengajak teman-teman relawan dimanapun berada untuk terus berjuang membantu masyarakat miskin dengan berbagai cara sesuai kemampuan masing-masing,” Kata Aduwina Pakeh.

Dosen Sosiologi Universitas Teuku Umar ini juga mengharapkan kepada Kepada pemerintah, baik tingkat Kabupaten maupun tingkat Provinsi untuk segera melakukan pendataan rumah tidak layak huni diseluruh pelosok Aceh.”

“Jangan biarkan rakyat miskin menangis digubuk-gubuk mereka, apalagi sebentar lagi memasuki bulan Suci Ramadhan, dan kondisi pandemi COVID-19 ini menambah kesulitan hidup mereka. Berdosalah para pemimpin dsemua tingkatan jika ada kehidupan rakyat miskin yang terabaikan, apalagi mereka dhuafa dan anak yatim.” Tutup Aduwina Pakeh. (Red/Win)

Pos terkait