Barometernews.id | Banda Aceh, – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh Brigjen Pol Heru Pranoto, M.Si mengharapkan para penggiat anti narkoba di lingkungan instansi pendidikan dapat menciptakan kawasan sekolah yang bersih dari narkoba.
“Membuat kegiatan yang positif, mendukung kreasi anak muda, membentuk satgas anti narkoba yang intinya membentuk kawasan sekolah bersih narkoba,” Ujar Heru dihadapan para peserta di Hotel Kyriad, Selasa (25/08).
Kegiatan Bimtek Penggiat Anti Narkoba diikuti oleh 30 peserta yang diwakili oleh 15 sekolah di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Kegiatan ini diwakili oleh guru bimbingan konseling dan guru pembina OSIS.
Heru menuturkan kegelisahan orang tua saat ini sangat besar. Karena ancaman dan pengaruh buruk yang terjadi di sekeliling anak-anak.
“Saya berpesan ke anak saya agar tidak boleh salah pilih kawan, dan jangan berada ditempat yang salah,” Pesan beliau kepada para guru.
Untuk itu, dengan adanya kegiatan bimtek ini diharapkan bapak ibu dapat melanjutkan dengan melaksanakan program P4GN di sekolah.
Sementara, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh Zulkifli, SPd, M.Pd menyatakan, para guru BK dan pembina OSIS yang hadir dalam kegiatan ini dapat membantu dalam mensosialisasikan kepada siswa di sekolah terkait bahaya dan dampak narkoba.
“Kita sepakat dan nantinya akan dicoba dimasukkan dalam juknis pengenalan lingkungan sekolah serta dimasukan bahan materi bahaya narkoba,” Ujarnya.
Untuk pelaksanaan deteksinya dini untuk siswa sebagai syarat masuk, Dinas Pendidikan Aceh akan mengkaji dahulu secara luas. Jika dinilai tepat maka akan diberlakukan secara umum.
“Tidak semua orang tua mampu membayar alat tes narkoba. Jika dianggarkan oleh dinas, maka butuh pembahasan lebih lanjut,” Tambahnya.
Selain narasumber tersebut, hadir pula Kabid P2M Masduki SH dengan materi Strategi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat dan Kasi Dayamas BNNP Aceh dengan materi Rencana Aksi Penggiat Anti Narkoba. [CH]