Semangat Juang Petani Bersama Pemuda dan Mahasiswa Siap Galang Massa

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Pasbar, – Semangat juang Petani bersama Pemuda dan Mahasiswa siap kembali menggalang massa untuk menindak lanjuti unjuk rasa darurat agraria yang tidak direspon Bupati Pasbar.

Sebelumnya meski telah hampir seharian SPI, Gema Petani dan GMNI pada hari Senin, (27/12) lalu melaksanakan unjuk rasa di kantor Bupati Pasaman Barat, untuk menuntut janji-janji Bupati selama ini, dengan berbagai orasi menyampaikan beberapa pernyataan tentang darurat agraria, namun saat itu Bupati tidak  berani menemui para pengunjuk rasa.

Bacaan Lainnya
Foto Dokumentasi

Namun semangat juang petani dan beberapa elemen pemuda dan mahasiswa dalam membela hak masyarakat tidak akan surut, demikian disampaikan oleh Rio RK. Sikumbang Sekretaris DPC SPI Pasbar pada Barometernews.id, Rabu siang (29/12) di Kinali saat melaksanakan diskusi dua hari setelah pihaknya melakukan aksi.

Menurut Rio, padahal pihaknya dan Gema Petani sebelum unjuk rasa kemarin itu telah mengirim surat audiensi, tapi semua itu tidak di gubris oleh Bupati Pasaman Barat, H. Hamsuardi.

“Hingga kami beranjak dari halaman kantor Bupati, namun Bupati tak berani menemui kami, walau hanya sekedar dan sebentar untuk memberikan keterangan terkait hal di atas, agar kami puas, sayang Bupati tak punya nyali untuk itu,” Terang Rio.

Dikatakannya, karena tidak ada kemauan dan keseriusan Bupati dalam menanggapi aksi yang telah mereka gelar kemarin, bahkan Bupati tak berani menemui pengunjuk rasa hingga membuat pihaknya merasa tidak puas, namun bukan berarti semangat juang kami akan surut.

Berdasarkan hal tersebutlah maka dua hari setelah melakukan Aksi di kantor Bupati Pasaman Barat, kini Rabu (29/12) kembali semangat juang para mahasiswa dan pemuda yang terdiri dari Serikat Petani Indonesia (SPI) Pasaman Barat, Gerakan Mahasiswa Petani Indonesia (Gema Petani) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melaksanakan diskusi publik di Cafe Lubuak Kopi yang berlokasi di Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.

Menurut Rio, tema yang mereka angkat dalam diskusi publik kali ini adalah Bincang-bincang paska aksi bersama 27.12.21 Pasaman Barat Darurat Agraria ke Kantor Bupati Pasaman Barat untuk tidak memadamkan semangat juang.

Hadir dalam diskusi publik kali ini selain masyarakat petani, terlihat juga Yoggy E. Sikumbang dari Gema Petani, Pandu P. Utama dari GMNI dan Rio Rama Kota dari SPI.

Rio R. K. Sikumbang pada kesempatan tersebut sekaligus bertindak sebagai narasumber, sedangkan Zul azmi dari Pemuda Tani SPI Pasaman Barat sebagai moderator.

Sementata para pemuda dan mahasiswa yang konsen dalam perjuangan konflik agraria di Pasaman Barat tersebut, dengan serius mengikuti acara diskusi, sebagai bukti semangat juang mereka tidak akan pernah luntur.

Dijelaskan oleh Yoggy E. Sikumbang, diskusi publik ini merupakan upaya untuk menjaga nyala api perjuangan, yang dilatar belakangi dari aksi kemarin dan sekaligus wadah evaluasi serta diskusi para aktivis agraria di Pasaman Barat dalam tetap menyalakan semangat juang.

“Nyala api perjuangan mesti kita jaga dan pastikan tetap nyala sebab memantik api perlawanan sangat mudah, namun menjaga konsistensi itu yang sulit,” Ujar Yoggy

Rio Rama Kota sekretaris DPC SPI Pasaman Barat mengatakan pihaknya merasa bangga sekali atas keikut sertaan dan partisipasi penuh para pemuda dan mahasiswa dalam perjuangan petani, ini bukti semangat juang yang pro rakyat itu harus tetap ada.

“Kita sangat bangga sekali melihat semangat juang para kawula intelektual muda dan para mahasiswa yang bergandeng tangan dengan petani untuk sama sama memperjuangkan hak petani,” Terang Rio.

Pandu P. Utama Sekretaris DPD GMNI Sumbar menjelaskan, pada diskusi pasca Aksi di Kantor Bupati Pasaman Barat kemarin Pasaman Barat Konflik Agraria, semangat juang GMNI Pasaman Barat khususnya akan terus ada untuk ikut mengawal dan mendesak penyelesaian Konflik Agraria di Pasaman Barat.

“GMNI akan terus menggalang kekuatan massa dan kekuatan juang dengan kembali ke basis massa petani, ini sebagai bukti semangat juang kita tak akan surut,” Ujarnya penuh semangat.

Menurutnya, selaku Golongan Muda dan Mahasiswa, memang seharusnya ikut peduli dan memiliki beban serta tanggung jawab moril dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus memberikan pemahaman kepada lapisan masyarakat, bahwa Reforma Agraria Sejati harus diwujudkan, dengan semangat juang yang tinggi, khususnya di Pasaman Barat.

“Kita juga tidak ingin ada golongan pengacau, yang bermain di atas penderitaan petani, khususnya para penguasa dan pengusaha, sadarlah, dan mari saling berangkulan tangan untuk memperjuangkan nasib bersama dari kepentingan korporasi, tirani dan elite politik yang bermain saat ini,” Ujarnya

Pada sesi tanya jawab, Rabil salah satu pemuda tani mempertanyakan apa langkah selanjut yang akan diambil jika Bupati Pasaman Barat masih, tidak peduli dan hanya berjanji-janji saja, atau mungkin sengaja memperlambat dalam hal penyelesaian konflik agraria di Pasaman Barat.

“Apakah semangat juang kita akan hilang karenanya? tentu tidak, untuk itu mari kita tetap bersama berjuang dengan berangkulan tangan,” Tegas Rabil.

Melihat semangat juang para petani bersama pemuda dan mahasiswa tersebut, akhirnya para narasumber dan seluruh peserta yang hadir bersepakat, untuk kembali menggalang massa turun ke jalan, jika proses penyelesaian masih tidak jelas. [Zoelnasti]

Pos terkait