Tak Banjir Lagi, Musrenbang Kebon Pala Apresiasi Tim SDA Kecamatan Makasar

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Jakarta, – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, dibuka oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Hendra Hidayat, Selasa (02/02).

Hadir dalam Musrenbang Kelurahan Kebon Pala ini Camat Makasar, Kamal Alatas dan Lurah Kebon Pala, Faisal Rizal.

Bacaan Lainnya

Lurah Kebon Pala, Faisal Rizal, mengatakan, usulan terbanyak dalam Musrenbang masih didominasi Suku Dinas SDA (Sumber Daya Air) dengan 79 usulan dan Suku Dinas Bina Marga 67 usulan.

“Total anggaran 157 usulan fisik Rp49 miliar dan 26 usulan non fisik Rp249 juta, serta 23 usulan pengadaan barang Rp150 juta, dengan total anggaran Rp50 miliar,” Kata Faisal.

Faisal menjelaskan, Kelurahan Kebon Pala merupakan wilayah rawan banjir, penanganan difokuskan untuk penanganan saluran air. Usulan ini sudah langsung ditindaklanjuti oleh Sudin SDA dan pengusulan di RW 03 pembuatan jembatan.

Selain itu juga ada pengerukan Kali Cipinang di belakang Hotel 678 RT 006/RW 01 dan Kali Cipal, yang membuahkan hasil baik.

“Setelah dikeruk, RW langganan banjir sudah tidak banjir lagi hingga bulan Februari. Mudah-mudahan seterusnya tidak banjir. Kami Kelurahan Kebon Pala mengapresiasi kerja keras tim Sudin SDA Kecamatan Makasar,” Ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 01, Catur Sugiono, menjelaskan, sebelumnya wilayah RW 01 selalu banjir jika hujan deras dengan tinggi bervariasi dan mencapai 180 sentimeter. Tetapi, sejak dikeruknya Kali Cipinang sudah tidak tergenang lagi.

Alhamdulilah hujan deras kemaren air hanya numpang lewat saja tidak banjir lagi. Mudah-mudahan seterusnya tidak banjir lagi dan terus dilakukan pengerukan,” Ujar Catur.

Hal yang sama diungkapkan Ketua RW 03, Agus Hermawan, yang mengatakan, setelah ada perbaikan dan pengurasan Kali Cipinang sudah tidak banjir lagi.

Sebelumnya, sekitar 4-5 RT terdampak banjir jika intensitas hujan tinggi dengan ketinggian mencapai 1 meter dan membutuhkan waktu 8 jam sampai 1 hari untuk surut.

Alhamdulilah sekarang Kami tidak mengalami musibah tersebut. Semoga seterusnya tidak ada banjir setelah dilakukan pengurasan kali dan perbaikan saluran air,” Kata Agus. [Kominfotik JT/JS]

Pos terkait