Tak Mau Rumahnya di Cat Semprot, 4 dari 23 Peserta PKH Desa Keude Linteung Nagan Raya Mundur

  • Whatsapp
Istimewa (Fat)

Barometernews.id | Suka Makmue, -Dinas Sosial Kabupaten Nagan Raya selaku Pelaksana PKH dan Program Sembako Nagan Raya dan Koordinator PKH Kabupaten bersama Camat Seunagan Timur, Bhabinkamtibmas Seunagan Timur, Babinsa Seunagan Timur, Keuchik Keude Linteung serta Pendamping Sosial PKH dan TKSK setempat, Senin (03/02) melakukan pemasangan labelisasi rumah peserta PKH di Desa Keude Linteung Kecamatan Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya.

Pelaksanaan pemasangan labelisasi Peserta PKH menggunakan cat semprot di Kecamatan Seunagan Timur dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah pihak Kecamatan dengan para keuchik bersama Pendamping Sosial PKH minggu lalu dikantor camat setempat.

Istimewa (Fat)

“Ini kita lakukan karena terlebih dahulu telah kita musyawarahkan dengan para keuchik bersama Pendamping Sosial PKH, untuk menyepakati semua rumah peserta PKH dan Program Sembako kita pasang label menggunakan cat semprot”. kata Camat Seunagan Timur, Drs. Teuku Mukhsin.

Lanjutnya, para Keuchik telah menyepakati untuk kesediaannya menyumbangkan cat semprot masing-masing keuchik sebanyak 3 kaleng.

Sekretaris Dinas Sosial Nagan Raya, Darwis, S.Pd.,M.Pd menyampaikan dalam pemasangan labelisasi ini kita melibatkan unsur Kecamatan dan Desa bersama-sama turun untuk mendampingi Pendamping Sosial PKH agar penerima Bansos PKH dan Program Sembako tepat sasaran sesuai dengan yang kita harapkan.

Masih menurut Darwis, kita awali dulu di Desa Keude Linteung ini sebagai mana tadi telah kita saksikan secara simbolis telah dilakukan oleh Camat, seterusnya akan kita lanjutkan lagi ke desa-desa lain.

Koordinator Kecamatan PKH Seunagan Timur, Miza Irawan, SE mengatakan terdapat 4 dari 23 KPM PKH yang menyatakan pengunduran diri sebagai peserta PKH dengan menandatangani surat pernyataan.

“Alhamdulillah, ada 4 KPM PKH yang menyatakan pengunduran dirinya sebagai peserta PKH dan mereka semua telah menandatangani surat pernyataan mundur,” imbuhnya

Lanjut Miza, pihaknya meminta kepada pada keuchik dan aparatur desa untuk dapat mendampingi kami dilapangan pada saat penyemprotan rumah keluarga peserta PKH dan Program Sembako agar selain masyarakat dapat mengetahui penerimanya dan juga untuk sebagai bentuk transparansi dari pihak kami, tutupnya. (Red/Fat)

Pos terkait