Tim Penggerak PKK Jakut Monitoring Operasional RPTRA di Masa PSBB Transisi

Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Jakarta, – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara, Suni Sigit Wijatmoko bersama Wakil Ketua I, Yenny Nursanti meninjau operasional RPTRA yang dibuka untuk umum pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, Selasa (20/10). RPTRA Green Bisma dan RPTRA Manggala Bisma yang berlokasi di wilayah Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok menjadi target lokasi monitoring.

“Hari ini, kami melakukan monitoring ke sejumlah RPTRA untuk melihat kesiapan pengelola dan ketersediaan fasilitas penunjang protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan hal lainnya. Ada sejumlah persyaratan yang diterapkan di area RPTRA selama PSBB transisi diantaranya memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Kemudian kapasitas pengunjung dibatasi hingga 50%,” Jelas Suni.

Bacaan Lainnya

Sejumlah persyaratan lainnya juga telah diatur dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta Nomor 261 Tahun 2020 tentang pengelolaan RPTRA pada saat pemberlakuan PSBB transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif.

“Untuk sementara ini, anak-anak dibawah usia 9 tahun dan lansia diatas 60 tahun belum diperbolehkan masuk ke RPTRA karena rentan terhadap penularan COVID-19. Tadi kita juga lihat, pengelola RPTRA sudah memberikan tanda silang di sejumlah fasilitas yang tidak boleh digunakan seperti alat permainan anak, lapangan olahraga, ruang perpustakaan, aula, PKK Gross Mart dan lain-lain,” Ungkapnya.

Sedangkan pengelola RPTRA Manggala Bisma, Irna mengatakan, minat masyarakat untuk mengunjungi RPTRA di masa pandemi COVID-19 cenderung menurun. “Sejak dibuka sampai hari ini baru ada 8 pengunjung. Mungkin belum banyak yang mengetahui kalau RPTRA sudah mulai dibuka kembali. Saat ini, hanya taman refleksi dan jogging track yang boleh digunakan,” Terangnya. [Kominfotik JU]

Pos terkait