Wakaf Al-Qur’an Mengalir, Pendistribusian Terkendala

  • Whatsapp
Foto Dok. Terlihat Mon Eferi (pengurus MRPB P/KKPB) saat menjamu Dai Muda Pasbar, Asmar Habibi (tengah peci putih)

Barometernews.id|Pasbar, – Sudah puluhan atau mungkin juga sudah ratusan Masjid dan Mushola bahkan bahkan sampai jauh di pelosok yang sulit ditempuh pun sudah pernah disinggahi oleh Da’i muda, Hasmar Habibi dengan wajah dan kulit hitam manis ditambah dengan suara suara khasnya inilah kehadirannya selalu dinanti.

Kehadirannya di hampir ratusan Masjid tersebut kalau tidak sebagai Khatib Sholat Jumat, Sholat Ied, Tabligh Akbar, Wirid Bulanan atau Majelis Taklim bahkan akhir-akhir ini lebih sering hadir karena membawa amanah, dalam mendistribusikan Al-Quran.

Bacaan Lainnya

DONASI MUSHAF AL-QUR’AN UNTUK PASAMAN BARAT YANG CINTA AL-QUR’AN SEBAGAI AMAL JARIYAH BAGI KITA DAN KELUARGA KITA TERUS MENGALIR, SEMOGA BACAAN ALQURAN YANG KITA WAKAF KAN MENJADI LADANG AMAL YANG MAMPU MENERANGI SERTA MELAPANGKAN KUBUR KITA KELAK. (ASMAR HABIBI)

Kegiatan yang begitu padat dan bertambah, karena banyaknya kepercayaan yang diberikan kepada Da’i muda ini oleh beberapa lembaga ataupun majelis taklim untuk menggalang wakaf Al-Qur’an, dan sekaligus menyalurkannya ke puluhan TPA dan Pondok Tahfidz dan Masjid di berbagai pelosok Pasaman Barat.

Sudah berbagai lembaga yang menyalurkan bantuan mushaf Al-Qur’an, karena memang masih banyak TPA dan Pondok Tahfidz yang kekurangan Al-Qur’an.

Terkadang memang perjalanannya dalam mendistribusikan Al-Qur’an harus menempuh medan yang berat, menyeberangi sungai, mengharungi lautan menuju pulau teepencil, bahkan berjalan kaki menempuh jalan berlumpur, sampai kemalaman di daerah yang sepi, dan semua itu dilaluinya dengan ikhlas dan senyum.

Selain melakukan perjalanan tersebut, sebelumnya juga Asmar Habibi Da”i muda bertubuh imut dan kulit hitam manis ini juga dikenal sebagai orator karena suaranya yang menggelegar, sehingga sering didaulat sebagai koordinator dalam berbagai aksi penyampai aspirasi masyarakat di berbagai demo, terutama dalam pembelaan terhadap kepentingan rakyat Kabupaten Pasaman Barat.

Bahkan ia juga aktif menggalang bantuan sembako untuk warga duafa, sebagai relawan KolaborAksi Kemanusiaan Pasaman Barat – KKPB. Dan karena aktivitasnya dalam syiar Islam ini, Da’i muda ini juga dipercaya sebagai Ketua LPC Majelis Mujahidin Kecamatan Lembah Melintang.

Namun saat media ini bertemu dengannya dan menanyakan kendala serta hambatan yang ada dihadapinya, dengan senyum khasnya Asmar Habibi menjawab, ” Alhamdullilah, Allah masih memberikan kemudahan bagi saya, khususnya kesehatan, dan waktu dalam setiap kesempatan hingga hari ini,” Jawab Asmar dengan diplomasi sambil tersenyum.

Walaupun tentang biaya pendistribusian Al-Quran bila kita tanyakan kepada Asmar, maka ia akan selalu menjawab dengan senyum, semua sudah diatur oleh Allah SWT.

Tapi bagi kita, pernahkah terpikirkan darimana biaya untuk mendistribusikan Al-Qur’an itu ke pelosok Pasaman Barat? Dari mana beli minyak motor yang dipakainya hilir mudik kepelosok negeri itu?

Untuk diketahui bersama, sudah 1500 wakaf Al-Qur’an yang didapatkan dan didistribusikannya ke berbagai pelosok itu, yang kita tahu selama ini, semua ia lakukan lebih banyak menggunakan biaya pribadi, Karena lembaga atau pihak yang mewakafkan Al-Qur’an tidak menanggung biaya pendistribusian.

Perlu kita ketahui, Da’i Muda Asmar Habibi semakin dibanjiri  Wakaf Al-Qur’an, tapi pernahkah kita berpikir bagaimana kesulitannya dalam mendistribusikannya?

Seperti yang diinformasikan oleh Mon Eferi kepada Barometernews.id bahwa hari ini, Jumat (24/09) pihaknya menerima kabar gembira dari Asmar Habibi pejuang muda yang tangguh ini; yaitu Permohonan bantuan Al-Qur’an yang dilayangkannya atas nama Kolaboraksi Kemanusiaan Pasaman Barat ke Yayasan Tabung Wakaf Umat (YTWU) yang dibina oleh Ustadz Abdul Shomad (UAS) mendapatkan respon positif.

YTWU menyetujui permintaan 1000 mushaf Al-Qur’an untuk Pasaman Barat yang diminta atas nama KolaborAksi Kemanusiaan Pasaman Barat.

Namun untuk penyerahannya, YTWU minta agar 1000 Al-Qur’an itu dijemput langsung ke Pekanbaru.

Dikatakan Mon Eferi masalahnya sekarang,  adalah dengan apa mau dijemput ? Mobil siapa yang akan dipakai,  dan siapa yang akan membantu biaya minyak mobil serta konsumsi tim yang akan menjemput 1000 Al-Qur’an itu ke Pekanbaru ?

“Mushaf Al-Qur’an yang diwakafkan YTWU itu harganya Rp 90.000 per buahnya. Artinya, nilai bantuan yang akan dijemput itu sekitar Rp 90 juta. Oh ya… Selain wakaf 1000 Al-Qur’an dari YTWU binaan UAS, mujahid muda ini juga sudah dijanjikan 1000 Al-Qur’an lagi oleh Yayasan Khadimul QURAN خــــــــــــــادم الـــــــــــــقـــــــــــران. Semua ini adalah buah perjuangan Dai Muda ini secara diam-diam. Alhamdulillah,” Papar Mon Eferi seraya berharap agar menjadi perhatian kita semua.

Mon Eferi berharap agar pihak terkait mau melirik hal ini, selain menjadi bahan pemikiran kita bersama, semoga para petinggi Pemkab Pasaman Barat, Anggota DPRD Pasaman Barat, Baznas Pasaman Barat, dan para dermawan, mencarikan solusi membantu gerakan anak muda yang energik ini tidak berjalan sendirian.

Kepada para dermawan yang ingin ikut berkontribusi dalam pendistribusian wakaf Al-Qur’an ini, silahkan salurkan infaknya melalui Rekening MRPB PEDULI di BRI, No. Rekening 0615-01-008410-53-1 atau donasi bisa disalurkan juga melalui BRI 546801021518534, A/N Asmar Habibi.

#Bantu_Ponpes_MDATPA #Pasbar_Madani #BersamaKitaBisa #KolaborAksiKemanusiaanPasamanBarat #MRPB_PEDULI

[Zoelnasti]

Pos terkait