Socolatte Pidie Jaya yang Termasyur

Foto Dokumentasi Mursyidah, S.Pd.

Oleh Mursyidah, S.Pd.

Penulis adalah Duta Literasi Pidie Jaya

Bacaan Lainnya

dan Guru di SMPN 7 Bandar Baru

Pidie Jaya adalah kabupaten baru, hasil dari pemekaran dari Kabupaten Pidie. Mayoritas penghasilan penduduknya dari hasil bertani dan nelayan, karena di Kabupaten tersebut terdapat sawah dan lahan perkebunan yang sangat luas, bahkan masih banyak yang belum tergarap.

Pada awalnya petani Pidie Jaya hanya mengandalkan tanaman padi sebagai sumber kehidupan di samping tanaman pinang dan pohon kelapa sebagai penompangnya. Memang harus kita akui, dari penghasilan panen padi, mareka bisa menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang perguruan tinggi. Bahkan sampai ke kota-kota besar walaupun hanya bergantung dari hasil sawahnya.

Foto Dok. Mursyidah, S.Pd.

Pada tahun 2005 setelah Tsunami melanda Provinsi Aceh, masyarakat Pidie Jaya mulai mengembangkan penanaman pohon coklat di sektor pertaniannya. Mulanya petani coklat tidaklah banyak, hanya segelintir orang yang mau membuka lahannya untuk penanaman coklat, itupun hanya sekedar ujii coba. Banyak penduduk desa yang ogah beralih kesektor yang belum menjanjikan ini.

Lain halnya dengan penduduk desa Musa Kecamatan Bandar Baru, mereka memiliki lahan pertanian yang sangat luas. Mareka mencoba  menanam coklat langsung dalam jumlah yang besar, hampir semua lahan kosong mereka tanami dengan pohon coklat. Memang pada awalnya mareka mengalami kesulitan dalam hal perawatan tanaman tersebut di karenakan masih sedikitnya para ahli dalam bidang penanaman coklat.

Pada panen perdana petani coklat di Musa mendapatkan hasil yang sangat menggiurkan, bahkan melebihi dari hasil panen padi yang selama ini menjadi primadona pendapatan mereka. Hal ini di karenakan harga coklat dunia melonjak tajam sehingga petani desa Musa mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Mulai saat itu hampir seluruh lahan kosong yang ada di desa Musa mareka tanami pohon coklat, sehingga mareka membentuk sebuah wadah perkumpulan petani coklat dalam bentuk KOPERASI PETANI COKLAT.

Foto Dok. Mursyidah, S.Pd.

Setelah Coklat Musa mulai terkenal maka pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mulai mencari cara mengolah biji coklat tersebut untuk menjadi barang yang siap saji. Kalau dulunya setiap panen biji coklat di jual keluar daerah tetapi sekarang bagaimana caranya supaya biji coklat tersebut bisa di olah langsung di Pidie Jaya, sehingga bisa membuka lapangan kerja yang baru dan bisa mengundang orang – orang  untuk datang ke Kabupaten Pidie Jaya untuk merasakan nikmat dan lezatnya olahan coklat hasil produksi Pidie Jaya.

Seiring waktu berjalan Pemerintah Pidie Jaya mengirimkan beberapa petani coklat yang memiliki keterampilan ke luar daerah untuk belajar bagaimana caranya mengolah biji coklat menjadi makanan yang di sukai oleh orang banyak. Hal ini ternyata membawa hasil yang sangat positif, tak lama kemudian berdirilah sebuah pabrik pengolah biji coklat di desa Musa. Tempatnya sangat strategis, yaitu di Jalan Nasional Banda Aceh – Medan sehingga mudah untuk dipromosikan.

Karena aksesnya yang sangat mudah, para petanipun dapat lebih cepat untuk membawa hasil panen mereka ke pabrik dengan transportasi yang murah.

Pada mulanya petani coklat di Pidie Jaya hanya memproduksi bubuk coklat dalam bentuk kemasan untuk di pasarkan keluar daerah, tetapi lama kelamaan mareka mulai menciptakan beraneka ragam makanan dan minuman dari bahan olahan biji coklat sehingga berdirilah sebuah Cafe Coklat, SOCOLATTE. Cafe yang menyuguhkan minuman dan makanan dari olahan biji coklat asli tanpa campuran. Cafe tersebut berdiri persis di depan pabrik penggilingan biji coklat, selain tempatnya yang luas  masyarakat Musa pun sangat ramah dengan pengunjung.

Tak menunggu waktu yang lama untuk membuat tempat tersebut terkenal, sekarang hampir setiap hari kita lihat banyak sekali orang – orang yang singgah ke Cafe tersebut untuk mencicipi hasil olahan biji coklat yang kini sudah menjadi makanan dan minuman cepat saji. Bahkan tak sedikit para pengunjung yang datang membeli lagi untuk di bawa pulang.

Foto Dok. Mursyidah, S.Pd.

Dengan semakin majunya Cafe Coklat tersebut maka kebutuhan biji coklat pun semakin besar, sehingga membuat masyarakat desa Musa semakin banyak yang menjadi petani Coklat. Memang selain lahannya yang masih luas, tanahnya pun sangat cocok untuk tanaman coklat yang jarang ada di desa lain.

Menurut pengakuan seorang tokoh masyarakat Kemukiman Musa Muzakir M Daud (54 thn), yang juga merupakan kepala desa setempat, dengan berdirinya SOCOLATTE tersebut merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi warga desanya. Selain membuat desanya terkenal keluar daerah juga membuka lapangan kerja yang baru bagi warganya. Dan yang paling utama adalah harga biji coklat bisa tinggi, sehingga bisa mensejahterakan petani – petani coklat yang ada di desa Musa.

Muzakir M Daud berharap kepada pemerintah Pidie Jaya agar sudi kiranya memberikan pelatihan yang lebih modern lagi kepada petani – petani coklat yang ada di desa Musa maupun desa – desa lain yang ada di Pidie Jaya. Sehingga kedepannya bukan hanya desa Musa saja yang bisa memproduksi makanan dan minuman ringan yang terbuat dari biji coklat, akan tetapi seluruh desa yang ada di Pidie Jaya bisa menghasilkan beraneka ragam makanan dan minuman ringan yang terbuat dari coklat. Dengan demikian, angka pengangguran akan semakin berkurang karena lapangan kerja bagi masyarakat semakin banyak.

Tokoh masyarakat tersebut menambahkan, dulu masih banyak lahan tidur di desa Musa. Bahkan ada kebun yang di biarkan tandus oleh pemiliknya karena tidak tahu harus menanam apa untuk bisa menghasilkan. Tapi sekarang dengan berdirinya pabrik dan Cafe SOCOLATTE sudah hampir tak ada lagi lahan tidur di desa Musa. Semua lahan tidur tersebut sudah di tanami pohon coklat. Apa lagi sekarang masyarakat desa Musa sudah mulai merasakan hasil hasil dari menanam coklat.

Kini Kabupaten Pidie Jaya telah terkenal dengan produksinya yang baru, yaitu aneka ragam makanan dan minuman coklat lewat Cafe SOCOLATTE. Jika anda salah satu penggemar coklat, anda dapat menghubungi saudara Irwan, HP : 085260074496 langsung dengan pengelola Socolatte tersebut. Salam Literasi

Pos terkait