Sapi Qurban Yang Hilang Ditemukan di Kebun Sawit Padang Panjang Tiga Hari Setelah Idul Adha

  • Whatsapp
Foto Dokumentasi

Barometernews.id | Pasbar, – Hilangnya Sapi yang rencananya akan dijadikan sebagai sapi qurban pada hari Raya Idul Adha di Masjid Al Barkah Padang Langkuang, kejorongan Batang Tian, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mengakibatkan beberapa orang yang berniat akan menunaikan ibadah qurban terpaksa batal.

Berdasarkan informasi yang diterima media ini (Barometernews) melalui panitia Panitia Qurban Masjid Al Barkah, hilangnya sapi tersebut diduga raib digondol maling.

Bacaan Lainnya

Diterangkan bahwa sebelum pelaksanaan Qurban Selasa (20/07) pada Senin malam (19/07) menjelang Hari Idul Adha kemarin diketahui sekitar pukul 22.30 Wib.sapi tersebut raib.

“Sapi tersebut merupakan sapi yang rencananya akan di qurbankan pada Selasa (20/07) di Masjid Al Barkah Batang Tian namun terpaksa dibatalkan karena sapi tersebut hilang pada Senin malam, (19/7) sekitar pukul 22.30 Wib,” Terang Panitia qurban Masjid Al Barkah, Yunasril (Ujang Guru)  Sabtu (24/07).

Dikatakannya, Sapi qurban yang hilang pada Senin malam (19/07) di Padang Langkuang, Batang Tian, Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) tersebut ditemukan kembali 3 hari setelah hari Raya Idul Adha di area kebun sawit yang terletak di Padang Panjang, Kapar Utara, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo pada Jumat (23/07) malam.

“Kita sangat menyayangkan hilangnya sapi qurban tersebut, karena niat baik untuk beribadah qurban dari beberapa orang saudara kita tidak jadi kesampaian, dan mengalami kerugian sekitar Rp18.000.000,” Ujarnya.

Ditemukannya kembali sapi tersebut adalah berdasarkan informasi dari salah seorang pemuda Pasaman Baru Yulisman.

Menurutnya, sapi qurban tersebut berhasil ditemukan setelah ia mendapatkan informasi dari salah seorang agen sapi yang beralamat di Kapar pada Jumat malam (23/07)

Ia mengatakan bahwa ada seorang masyarakat didampingi istrinya yang menawarkan sapi kepada agen sapi tersebut dengan harga Rp9.000.000 pada malam kejadian.

Namun, agen sapi itu tidak mau membeli sapi tersebut, karena ia merasa curiga ada yang tidak beres, tapi pada saat yang bersamaan, datanglah seseorang yang langsung membeli sapi tersebut dengan harga Rp11.000.000.

Seperti yang diceritakan Yulisman, karena adanya kecurigaan agen sapi tersebut maka ia segera menghubungi salah seorang masyarakat yaitu, Ecis dan selanjutnya Ecis memberitahukan kepada Nizar selaku pemilik sapi yang selanjutnya diberitahukan kepada masyarakat dan pemuda Pasaman Baru.

Berdasarkan informasi berantai tersebut, akhirnya ia bersama beberapa orang pemuda dan masyarakat Jumat malam itu langsung menuju lokasi yang telah diperoleh sebelumnya, yaitu di lokasi kebun sawit masyarakat Kampung Batang Jambu, Kapar Utara dan benar, di lokasi kebun sawit itulah warga berhasil menemukan sapi tersebut.

“Setelah melakukan kesepakatan bersama, saya bersama beberapa orang pemuda lainnya langsung menuju lokasi dan menemukan sapi tersebut berada dalam kebun sawit,” Terang Yulisman.

Menurutnya, saat ini perkara hilangnya sapi qurban tersebut telah dilaporkan oleh pemilik dan panitia kurban ke Mapolres Pasbar untuk ditindak lanjuti, guna melakukan penyelidikan dan proses hukum selanjutnya. [Zoelnasti]

Pos terkait